Ambon (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Maluku mewaspadai peredaran rokok ilegal melalui paket kiriman domestik seiring meningkatnya aktivitas perdagangan digital dan konektivitas logistik antarwilayah.
"Konektivitas logistik domestik yang semakin kuat akibat perdagangan digital membawa dampak ganda bagi Maluku," kata Kepala Kanwil DJBC Maluku Estty Purwadiani Hidayatie di Ambon, Jumat (22/5).
Menurut dia, di satu sisi aktivitas tersebut mendorong perekonomian daerah, namun di sisi lain turut memudahkan peredaran rokok ilegal lintas wilayah.
"Saat ini modus operandi peredaran rokok ilegal di dalam negeri bergeser menjadi paket-paket kiriman domestik berskala kecil demi menghindari pengawasan petugas," tegasnya.
Ia mengatakan fenomena peredaran rokok ilegal lintas wilayah di dalam negeri menjadi tantangan nyata bagi pengawasan Bea Cukai.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan coffee morning yang mempertemukan DJBC Maluku dengan Perusahaan Jasa Titipan (PJT) guna memperkuat sinergi pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal melalui jalur pengiriman barang domestik.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapat pemaparan tentang urgensi pengawasan peredaran rokok, ciri-ciri rokok ilegal, dan peningkatan kewaspadaan terhadap modus pengiriman barang kiriman ilegal.
Estty menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung pengawasan distribusi barang kiriman.
"Bea Cukai tidak dapat bekerja sendiri dalam memetakan dan mengawasi jalur distribusi domestik dan di sinilah PJT memiliki posisi sangat strategis dalam rantai logistik nasional," tegasnya.
Menurut dia, sinergi dan kolaborasi yang terus diperkuat antara Bea Cukai dan PJT akan menjadi langkah efektif dalam mempersempit ruang gerak distribusi rokok ilegal serta meningkatkan pengawasan terhadap barang kiriman di wilayah Maluku dan Maluku Utara.
Melalui kolaborasi tersebut, Bea Cukai berharap upaya pencegahan peredaran rokok ilegal dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendukung perlindungan penerimaan negara dari sektor cukai.
Pewarta: Daniel LeonardEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026