Pemerintah Provinsi Maluku memperkuat layanan kesehatan daerah berbasis data melalui peningkatan tata kelola perencanaan yang mengedepankan analisis situasi kesehatan secara komprehensif dan terintegrasi.
Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie di Ambon, Kamis, mengatakan penguatan layanan kesehatan dimulai dari perencanaan yang berbasis data akurat agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Ini bukan sekadar perencanaan, tetapi merupakan fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan kesehatan di Provinsi Maluku ke depan,” ujarnya saat membuka lokakarya tata kelola Dinas Kesehatan di Ambon.
Lokakarya tersebut kerja sama antara Biro Perencanaan Kementerian Kesehatan RI dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor kesehatan di daerah.
Ia menegaskan pentingnya analisis situasi kesehatan yang akurat dan komprehensif sebagai dasar penyusunan program.
Menurut dia, analisis tersebut harus mampu menggambarkan kondisi riil di lapangan, termasuk ketimpangan akses layanan antar-wilayah, beban penyakit, stunting, kesehatan ibu dan anak, keterbatasan tenaga kesehatan, dan kualitas layanan yang belum merata.
Ia meminta seluruh jajaran Dinas Kesehatan menggunakan data yang valid, mutakhir, dan terintegrasi serta melakukan analisis yang tajam guna mengidentifikasi akar persoalan secara tepat.
Selain itu, ia menekankan penyusunan rencana kerja (renja) harus berorientasi pada hasil, bukan sekadar luaran, serta selaras dengan RPJMD dan visi pembangunan daerah “Transformasi menuju Maluku yang maju, adil, dan sejahtera menyongsong Indonesia emas 2045”.
Menurut dia, penguatan tata kelola program kesehatan juga perlu didukung kolaborasi dengan kalangan akademisi, termasuk melalui pendampingan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.
“Kerja sama ini bukan sekadar pendampingan biasa, tetapi menjadi ruang transfer pengetahuan, penguatan kapasitas kelembagaan, dan pembenahan sistem tata kelola program kesehatan,” katanya.
Ia menambahkan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam memastikan setiap kebijakan kesehatan berbasis data dapat diimplementasikan secara efektif dan memberikan manfaat luas.
Dirinya juga menekankan pentingnya integritas dan komitmen aparatur dalam menindaklanjuti hasil lokakarya ke dalam dokumen perencanaan yang berkualitas serta mendorong lahirnya inovasi dalam tata kelola layanan kesehatan.
Melalui langkah tersebut, Pemprov Maluku optimistis kualitas perencanaan pembangunan kesehatan dapat meningkat sehingga layanan kesehatan yang merata dan berkualitas dapat terwujud di seluruh wilayah setempat.
Editor : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2026