Ambon, 14/2 (Antara Maluku) - Anggota DPR-RI asal daerah pemilihan Maluku, Mercy Barens melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan di pulau Sera, kecamatan Wermaktian, kabupaten Maluku Tengga Barat (MTB).

"Sosialisasi empat pilar ini dipandang perlu dilakukan setiap saat agar masyarakat yang tinggal di pulau-pulau dapat memahami pentingnya dasar negara untuk memperkokoh rasa persatuan bangsa," kata Mercy Barens saat melakukan sosialisasi di daerah tersebut, Senin petang, (13/2).

Mercy yang didampingi Camat Wermaktian, R. Batilmurik, mengatakan, empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika perlu terus disosialisasikan kepada seluruh masyarakat termasuk di pulau-pulau guna mengantisipasi menurunnya nilai-nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Masyarakat terutama yang tinggal di wilayah terpencil perlu mendapat pemahaman yang baik empat pilar bangsa ini, sehingga bisa ikut bersama-sama dalam pembangunan bangsa dan negara," ujarnya.

Anggota DPR-RI dari partai PDI Perjuangan tersebut menegaskan hubungan sosialisasi empat pilar dengan posisi masyarakat Maluku di tengah konteks negara RI, di mana provinsi ini memiliki lebih dari 1.340 pulau.

"Sebagai bagian dari NKRI, maka kita perlu terus menyuarakan Pancasila sebagai pemersatu bangsa ditengah-tengah perkembangan globalisasi yang terjadi di tanah air saat ini," katanya.

Maluku perlu ditempatkan dan diletakan di tengah-tengah peta pembangunan nasional NKRI. Ini sangat penting karena melalui sosialisasi empat pilar dapat memberikan makna kesejahteraan, kemandirian dan keadilan bagi masyarakat Maluku, ujarnya.

Sebagai wakil rakyat dan keterwakilan masyarakat Maluku di Pusat, mercy merasa perlu untuk terus menyosialisasikan empat pilar kebangsaan tersebut kepada seluruh lapisan masyarakat.

Terkait besarnya potensi sumber daya alam yang ada di Maluku, termasuk ladang gas abadi Blok Masela di MTB, Mercy berpendapat pemerintah pusat harus berlaku adil dan bijaksana sehingga saat dikelola dapat berdampak dan bermanfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.

"Rakyat Maluku harus mampu mengoptimalkan pengelolaan potensi sumber daya alam yang melimpah sesuai dengan fungsi dan manfaatnya. Lembaga pendidikan dalam hal ini Universitas Pattimura (Unpatti) dan Politeknik Ambon harus diajak berpartisipasi aktif dalam mempersiapkan sumber daya manusia Maluku yang berkualitas," katanya.

Kedua perguruan tinggi tersebut, tambahnya, saat ini telah melakukan kerjasama dan perjanjian dengan beberapa universitas terkemuka di Pulau Jawa, termasuk Sekolah Tinggi Energi dan Mineral (TSEM) Akamigas Cepu.

"Karena itu masyarakat juga dituntun berpartisipasi aktif dengan menyekolahkan anak-anaknya ke level pendidikan tinggi demi masa depan yang lebih sejahtera," tandasnya.

Sedangkan menyangkut keberagaman masyarakat Indonesia, menurut Mercy, perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak bisa dipisahkan dalam bingkai NKRI.

Tiga hal penting yang perlu diperhatikan terkati kebhinekaan yakni berdikari di bidang ekonomi, berdaulat di bidang politik dan berkepribadian di bidang kebudayaan. "Ketiga unsur ini jika digabungkan maka akan menjadi satu inti dan menuju pada Gotong Royong," kata Mercy Barens.

Pada sosialisasi yang dihadiri tokoh masyarakat, ketua dan anggota BPD, PKK, tokoh adat dan staf kecamatan, Camat Wermaktian, R. Batilmurik memandang sosialisasi tersebut sangat penting agar masyarakat yang tinggal di pulau-pulau dan jauh dapat mengerti dan memahami pentingnya dasar negara untuk memperkokoh rasa persatuan dan persatuan bangsa.

"Sosialisasi ini sangat penting artinya bagi masyarakat di kecamatan Wermaktian mengingat wilayahnya tersebar di pulau-pulau dan terdiri dari sembilan desa serta masing-masing satu dusun dan pemukiman," ujarnya.

Sedangkan potensi keunggulan yang dimiliki yakni perikanan seperti teripang, lola, mutiara, agar-agar, dan biota laut lainnya, di samping pertanian, perkebunan dan peternakan.

Pewarta: Jimmy Ayal

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2017