Banda Naira, 24/10 (Antara Maluku) - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti memberi pujian kepada belasan remaja asal Pulau Rhun dan Pulau Neira, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah yang membuat gambar sketsa untuk mengenang 350 tahun Perjanjian Breda.

"Saya senang anak-anak remaja Banda sudah bisa berkreasi melalui gambar sketsa, apalagi ketrampilannya diapreasiasikan untuk mengenang kembali peristiwa sejarah 350 tahun lampau saat belanda dan Inggris sepakat untuk menukar Pulau Rhun dengan Pulau Manhattan (sekarang New York) Amerika Serikat," kata Menteri Susi di banda Naira, Senin.

Salah satu isi dari Traktat Breda, adalah Inggris harus mengakhiri kekuasaan mereka di Pulau Rhun, Kepulaun Banda dan menyerahkannya kepada Belanda dan sebagai gantinya Nieuw Amsterdam di Amerika Utara (kini Manhattan, New York) yang merupakan koloni Belanda diserahkan kepada Inggris, demi monopoli buah Pala oleh VOC.

Belasan remaja dari dua pulau tersebut membuat berbagai sketsa bertepatan dengan peringatan 350 tahun Traktat Breda atau Perjanjian Breda, yang ditandai dengan penandatanganan prasastinya oleh Menteri Susi bersama Duta Besar (Dubes) Amerika untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr dan Sekda Maluku, Hamin Bin Thahir, di Pulau Rhun, Sabtu (21/10).

Sebagai bentuk apresiasinya, Menteri Susi bahkan melepas kalungan bunga yang didapatkan saat penyambutan di depan Balai Desa, kepada Maulana (9), salah satu peserta event menggambar sketsa yang diberi nama dan hastag #TreatyofBredaSketchcrawl tersebut.

Ia kemudian menyempatkan berfoto bersama para sketchers (pembuat gambar sketsa) di dekat Balai Desa Negeri Rhun dengan latar belakang pemandangan laut di pulau penghasil rempah-rempah tersebut.

Salah seorang pendiri komunitas Maluku Sketchwalk, Embong Salampessy, yang mengorganisir acara sketsa di Pulau Rhun, mengaku, even sketsa bersama itu tidak hanya dilakukan di Pulau Rhun, tapi juga digelar di Pulau Banda Naira, Pulau Ambon, Jakarta serta di Manhattan New York.

"Di Indonesia teman-teman yang melakukan sketsa bersama tergabung dalam komunitas Indonesia`s Sketchers dan Maluku Sketchwalk. Sedangkan yang melakukan sketsa bersama di Manhattan tergabung dalam komunitas Urban Sketch (USK) New York," ujarnya.

Menurut Embong, berdasarkan kesepakatan bersama para sketchers di USK New York, kegiatan tersebut dilaksanakan serentak pada Sabtu (21/10). "Sketsa dilakukan di Ambon, Banda Naira dan Jakarta secara bersamaan pada Sabtu. Tapi saat itu di waktu di Manhattan baru tanggal 20 Oktober, sehingga kami sepakat dilanjutkan Minggu (22/10) bersamaan dengan di Manhattan dan khusus di Indonesia hanya difokuskan di Pulau Rhun," tandas embong.

Puncak kegiatan sketsa lintas negara tersebut, ujar Embong,?berlangsung di Pulau Rhun dengan obyek landscape dan pemukiman warga di pulau tersebut, sedangkan di Manhattan (New York) yang digelar komunitas Urban Sketchers (USK) New York (NY) berlangsung Dyckman Farming House in NY.

Sedangkan kegiatan sketsa bersama di Banda Neira pada Sabtu (21/10) melibatkan 30 orang sketchers, mulai dari anak-anak usia 7 tahun hingga dewasa dan dipusatkan di Benteng Belgica berbentuk segi lima yang merupakan salah satu situs bersejarah di Pulau Neira.

Di Pulau Ambon para sketchers menggelar kegiatan di Benteng Amsterdam, Desa Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. "Begitu juga dengan puluhan sketchers di Jakarta, yang melakukan gambar sketsa sejak pukul 09.00 WIB dan dipusatkan di Museum Nasional Jakarta," tambahnya.

Sebelum kegiatan puncak, pihak Maluku Sketchwalk bekerja sama dengan panitia Pesta Rakyat Banda, menggelar workshop menggambar sketsa dan sketsa bersama di Pulau Neira dan Pulau Rhun.

"Workshop dan sketsa secara serentak di sejumlah kota di Indonesia dan Manhattan merupakan bagian rangkaian acara digelar memeriahkan Pesta Rakyat Banda 2017, yang dibuka Gubernur Maluku, Said Assagaff pada 11 Oktober dan akan berlangsung hinga 11 November mendatang," ujar pengelola Banda Tourism Board, Reza Tuasikal.

Reza yang ikut menggagas Pesta Rakyat Banda berharap, gaung kegiatan sketsa bersama lintas negara ini, tersampaikan ke negara-negara yang merupakan Spice Trail atau jalur rempah.

"Apalagi hasil sketsa dari Jakarta, Ambon, Banda Neira, dan Pulau Rhun akan dikirim ke Manhattan, sebaliknya Manhattan akan mengirimkan karya sketsa mereka ke Banda Neira," tambahnya.

Pewarta: Jimmy Ayal

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2017