Ternate, 25/7 (Antaranews Maluku) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) berjanji mencairkan anggaran embarkasi haji tahun 2018 sebesar Rp3,2 miliar, namun yang baru dicairkan sekitar Rp1,5 miliar.

"Memang dari Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD)setempat baru mencairkan anggaran senilai Rp1,5 miliar untuk biaya operasional panitia dan kebutuhan lainnya," kata Gubernur Malut, Abdul Ghani Kasuba di Ternate, Rabu.

Bahwa biaya embarkasi haji sangat penting, sehingga ditegaskan kepada BPKPAD untuk mencairkan anggarannya, sebagaimana diketahui anggaran embarkasi haji sendiri dipergunakan untuk untuk mengontrak bus damri dan pesawat pada saat keberangkatkan hingga pemulangan para jamaah haji dari Tanah Suci.

Abdul Ghani mengatakan, kalau tidak tersediakan maka nantinya akan mengganggu pelayanan, khususnya para jamaah haji, oleh karena itu harus dicairkan meskipun anggaran agak sedikit terlambat, tetapi pelayanannya tetap terlaksana.

Selain itu, untuk kuota haji yang ditetapkan pemerintah pusat dalam hal ini dari Kementerian Agama bahwa untuk Provinsi Malut jatah kuota haji pada musim tahun ini mendapat kuota sebanyak 1080 orang, sehingga akan diupayakan penambahan kuota dari Kabupaten Pulau Morotai dan Kabupaten Pulau Taliabu yang selama ini jatah kuota mereka sangat kecil.

Sementara para jamaah calon haji yang diberangkatkan ke Tanah Suci 2018? yang berjumlah 1069 orang, sebab sembilan orang di antaranya dinyatakan dimutasi ke provinsi lain dengan alasan karena pindah tugas dan satu orang dimutasi masuk ke Malut yang berasal dari Privinsi Bengkulu.

Sedangkan untuk dua orang dinyatakan batal keberangkatan karena? mengalami masalah kesehatan jamaah calon haji asal Kabupaten Pulau Morotai dan Kabupaten Halmahera Selatan,? untuk satu orang dinyatakan batal berangkat pada saat melakukan pemeriksaan dari tim medis di Embarkasi Sudiang Makassar itu jamaah calon haji asal Kabupaten Halmahera Utara.

Sebelumnya jamaah calon haji Malut semuanya telah tiba di Tanah Suci dari dengan menggunakan maskai penerbangan pesawat Garuda Indonesia melaui Bandara Sultan Hasanuddin Makassar itu jumlah sebanyak 1.069 orang yang terbagi dalam kelompok terbang (kloter) 7, 8 dan 9 yang terdiri dari sepuluh kabupaten/kota di Malut.

Pewarta: Abdul Fatah

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2018