Hermanus Elwarin (60), seorang kakek yang berprofesi sebagai penumbuk batu karang ditemukan tewas dalam semak belukar di hutan Alinong Dusun Siwang, Negeri Urimesing, Kecamatan Nusaniwe (Kota Ambon).

"Jasad korban ditemukan sekitar tiga meter dari walang atau gubug tempat menumbuk batu karang oleh adik kandungnya Yan Piter Elwarin (50) sekitar pukul 09:00 WIT," kata Kasubag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Julkisno Kaisupy di Ambon, Kamis.

Sebelum ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia, korban awalnya diajak Yan Piter Elwarin sama-sama berangkat ke Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon pada Rabu, (13/3) sekitar pukul 09:00 WIT untuk memijit seorang anak di sana.

Namun korban menolak pergi ke Laha karena dia akan ke lokasi penumbukan batu karang untuk melakukan pekerjaannya dengan catatatn sore hari baru kembali ke rumah dan sama-sama Yan Piter berangkat ke Desa Laha.

"Setelah itu korban meninggalkan saksi dan menuju ke tempat penumbukan batu lalu saksi menunggu sampai pukul 16:00 WIT, tetapi ternyata korban belum juga pulang, sehingga saksi bersama beberapa saudaranya pergi ke Laha," jelas Julkisno.

Ketika kembali dari Laha dan tiba di rumah sekitar pukul 23:00 WIT, ternyata korban juga belum kembali dari lokasi penumbukan batu karang sehingga saksi dan beberapa saudaranya berusaha mencari namun tidak ditemukan.

Lalu pada hari Kamis, (14/3) pukul 09:00 WIT saksi dan salah seorang rekannya Anton Ngarbingan naik ke Gunung Siwang yang menjadi lokasi penumbukan batu karang melakukan pencarian, tetapi yang ditemukan hanyalah tas serta sendal milik korban.

Setelah itu saksi berjalan kurang lebih tiga meter dari walang dan menemukan korban sudah tidak bernyawa dalam posisi tengkurap dengan wajah menghadap ke tanah.

"Melihat kejadian tersebut, saksi kembali ke rumah dan melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat dan beberapa saudaranya, lalu ketua RT langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian," ujar Julkisno.

Pada pukul 13:20 WIT, Kapolsek Nusaniwe Iptu Piter Matahelemual bersama anggota piket Pos Benteng, Patroli PRC Polres Ambon, piket SPKT bersama piket Inavis Polres Pulau Ambon dan Bid Dokkes Polda Maluku tiba di lokasi dan langsung melakukan olah TKP.

Selanjutnya korban dievakuasi menuju RS Bhayangkara guna dilakukan tindakan medis demi mengetahui penyebab kematian korban, namun pihak keluarga menolak diakukan otoupsi dan telah di arahkan untuk membuat berita acara penolakan otopsi.

Pihak keluarga korban hanya bersedia untuk dilakukan tindakan medis berupa Visum fisik luar terhadap jasad korban dan sejauh ini tidak ditemukan tanda- tanda kekerasan terhadap diri korban.

Pewarta: Daniel Leonard

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2019