Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara (Malut), berjanji akan menjadi Kota Layak Anak (KLA) dengan menggunakan anggaran APBD 2020 untuk melaksanakan sejumlah program dan dukungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Saya bertekad untuk mendorong Kota Ternate dijadikan sebagai kota layak anak," kata Wali Kota Ternate, Burhan Abdurahman di Ternate, Minggu.

Menurut Walikota, dengan adanya kerja sama di masing-masing OPD terkait, maka diharapkan dapat memberi hak-hak anak. Dia juga mengajak perusahaan ikut bermitra dengan Pemerintah Kota Ternate untuk menjalankan program kebersamaan dan kepedulian hak anak.

Selain itu, Ternate sudah di tahapan Kota Madya, tinggal di dorong untuk menaikkan status menjadi Kota Utama, maka harus didorong dengan beberapa unsur yang harus dilakukan, diantaranya adalah Kota Layak Anak.

Olehnya itu, harus dijaga mulai dari usia 18 tahun ke bawah, karena KLA, bukan saja di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) tetapi harus di semua sektor, sebab, ke depan program tersebut akan dimasukkan ke APBD 2020.

"Saya sampaikan anak aset bangsa, aset kita semua yang harus memberikan perhatian yang serius sehingga tidak terjadi hal- hal yang sering kita dengar, yakni kekerasan terhadap anak." ujar Wali Kota dua periode tersebut.

Intinya bagaimana APSAI bersama pemerintah dan masyarakat bisa membangun kerja sama untuk mewujudkan program-program yang mengarah kepada perlindungan dan pemenuhan hak anak.

Sebelumnya, Pulau Hiri di Kota Ternate, pada tahun 2018 lalu telah dicanangkan sebagai pulau layak anak kini diprogramkan menjadi pulau wisata layak anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Ternate, Hadjija Tukuboya ketika dikonfirmasi sebelumnya mengakui, di Indonesia belum ada pulau wisata layak anak, jadi, Hiri akan menjadi pulau pertama di Indonesia yang menyandang predikat itu.

Hiri yang terletak sekitar dua mil sebelah barat Pulau Ternate merupakan pulau kecil dengan penduduk sekitar 3.000 jiwa, dan 1.000 jiwa di antaranya anak-anak. Pulau itu berpotensi besar di sektor perikanan dan pariwisata.

Menurut dia, melalui program tersebut Pulau Hiri diharapkan akan menjadi tempat aman dan nyaman bagi anak-anak di daerah itu dalam menikmati wisata sekaligus memberi peluang kepada mereka berkontribusi dalam pengembangannya.

Selain itu, Pulau Hiri dengan status Pulau Wisata Layak Anak diharapkan menjadi daya tarik bagi anak-anak dipulau lain, baik di wilayah Kota Ternate maupun kabupaten/kota lainnya di Malut untuk berwisata di Pulau Hiri.*

Pewarta: Abdul Fatah

Editor : Lexy Sariwating


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2019