Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Maluku Utara (Malut) meminta seluruh kabupaten/kota menyediakan tempat karantina bagi pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien terkonfirmasi positif COVID-19.

"Sejak awal, Gugus Tugas COVID-19 Malut telah sampaikan ke seluruh kabupaten/kota agar menyediakan tempat karantina bagi pasien COVID-19," kata Koordinator Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Malut, Muliadi Tutupoho di Ternate, Sabtu.

"Karena kapasitas ruangan dan fasilitas yang dimiliki untuk pasien rujukan terkonfirmasi COVID-19 di Malut khususnya RSU Chasan Boesoerie Ternate dan Sahid Hotel sangat terbatas, sedangkan pasien semakin hari meningkat," lanjut Muliadi. 

Menurut dia, antisipasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Malut sangat beralasan, karena kamar isolasi RSU Chasan Boesoerie Ternate dan Sahid Hotel sangat terbatas, sehingga Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba sejak awal telah meminta seluruh bupati/wali kota di Malut mencari tempat karantina di daerahnya masing-masing.

Hingga Jumat (15/5), pihaknya menerima hasil pemeriksaan melalui tes cepat molekuler di RSU Chasan Boesoerie Ternate sebanyak delapan spesimen dan dari delapan orang dengan hasil pemeriksaan terkonfirmasi positif empat orang dari sebaran Kota Ternate, sehingga kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Malut bertambah menjadi 85 orang.

Bahkan, saat ini, yang menjalani perawatan di RSU Chasan Boesoerie Ternate ada 24 orang, 22 kasus positif COVID-19 termasuk yang konfirmasi Demak, satu PDP dan satu orang ODP dan saat ini, menjalani karantina di Sahid Hotel Ternate sebanyak 55 orang dengan rincian 31 pasien terkonfirmasi positif COVID-19, OTG 17 orang, dua orang PDP dan 5 pelaku perjalanan, sehingga kebutuhan lokasi karantina baru di kabupaten/kota sangat dibutuhkan.

Apalagi, lokasi karantina baru seperti Asrama Haji Ngade Kota Ternate yang akan digunakan untuk lokasi karantina pasien COVID-19 belum direalisasikan, karena adanya penolakan dari warga sekitar asrama tersebut.

Sebelumnya, Muliadi Tutupoho membenarkan 10 pasien COVID-19 yang menjalani karantina di hotel Sahid Bela Kota Ternate sebagian besar jamaah tabliq memilih untuk kabur dari tempat karantina di Hotel Sahid Bela Ternate.

"Mereka merasa tidak betah selama berada di dalam ruangan karantina, sehingga mereka kabur, karena tidak ada petugas, mereka memanfaatkan kesempatan untuk kabur dari ruang karantina dan keluar hingga ke jalan raya, tetapi ke-19 pasien COVID-19 ini diberi pemahaman sehingga mereka dapat kembali ke tempat karantina," kata Muliadi.

Oleh karena  itu, dengan kondisi psikologi para pasien COVID-19 ini, maka Gugus Tugas Malut telah berkoordinasi dengan kabupaten/kota agar menyediakan tempat karantina, karena prinsipnya ingin dekat dengan keluarga dan mereka ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan pasien terkonfirmasi positif COVID-19.
 

Pewarta: Abdul Fatah

Editor : Lexy Sariwating


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2020