Gubernur Maluku, Murad Ismail mengharapkan vaksinasi COVID-19 yang dilakukan secara serempak di seluruh Indonesia pada 15 Januari 2021 bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi dan pembangunan.

"Saya berharap kehadiran vaksin COVID-19 ini menjadi momentun kebangkitan ekonomi dan pembangunan serta kembalinya kehidupan normal yang berangsur-angsur baik," katanya, di Ambon, Jumat.

Harapan tersebut disampaikan Gubernur saat membuka kegiatan vaksinasi COVID-19 perdana terhadap para pejabat dan tenaga medis di RSUP dr. J. Leimena Ambon.

Dia juga mengapresiasi kerja, perjuangan dan pengabdian yang begitu luar biasa dari seluruh tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam melayani kesehatan masyarakat dari awal pandemi COVID -19 hingga saat ini.

Banyak pertanyaan kenapa yang pertama divaksinasi itu dokter dan perawat, pejabat, TNI dan Polri karena seharusnya vaksin itu dilakukan kepada mereka agar penanganan COVID-19 secara maksimal bisa dilakukan sebab mereka sudah memiliki antibodi.

sampai hari ini, dokter dan perawat yang sudah meninggal dunia akibat pandemi COVID-19 di Indonesia mencapai 1.000 orang dan banyak juga yang terpapar virus corona.

Suka atau tidak suka, semuanya akan selalu berhadapan dengan masalah pelayanan sehingga perlu menjalani vaksinasi.

"Gubernur, Pangdam maupun Kapolda, itu bukan komandan,  tetapi merupakan pelayan masyarakat. Saya adalah pelayan masyarakat jadi harus divaksinasi" tandasnya.

Selanjutnya akan dilakukan vaksinasi terhadap para pengusaha agar bebas dari COVID-19, termasuk seluruh karyawan mereka sehingga bisa berpartisipasi dalam memperkuat sektor perekonomian.

Vaksinasi ini dimulai pada 13 Januari 2021 oleh Presiden RI dan hari ini pelaksanaannya secara serempak di Indonesia, termasuk Maluku.

Dikatakan, pandemi COVID-19 sangat berdampak pada sektor ekonomi dan sosial serta menguras begitu banyak energi dan mengubah perilaku manusia secara signifikan.

Setelah itu vaksinasi akan dilanjutkan untuk TNI-Polri bersama ASN yang bertugas pada pelayanan-pelayanan publik.

Kemudian akan diteruskan untuk para lansia dan kelompok masyarakat lainnya sampai akhir 2021 dan targetnya minimal dua per tiga masyarakat Maluku

"Untuk itu saya imbau seluruh masyarakat di Maluku agar jangan percaya dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan atau hoaks. Namun, meminta informasi dari saluran-saluran resmi yang bisa dipercaya," tegas Gubernur.

Dia juga menyarankan kepada seluruh OPD dan instansi vertikal di Maluku untuk terlibat secara aktif dalam berbagai upaya sosialisasi dan edukasi menyukseskan vaksinasi COVID-19 di daerah ini.

"Saya kembali mengingatkan kepada semua sebelum dua per tiga masyarakat Maluku divaksinasi,  maka kita masih tetap mematuhi protokol kesehatan yakni  rajin mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, serta menjauhi kerumunan," kata Gubernur.

 

Pewarta: Daniel Leonard

Editor : Lexy Sariwating


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2021