Ambon (Antara Maluku) - Pemerintah kota (Pemkot) Ambon telah memulai pembenahan terhadap seluruh tempat parkir kendaraan pada sejumlah ruas jalan utama di ibukota provinsi Maluku tersebut yang dianggap rawan dan menjadi penyebab kemacetan.

"Pembenahan diprioritaskan pada penataan parkir, karena tertib kota dilihat dari tertib transportasi dan parkir," kata Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, di Ambon, Selasa.

Sejumlah kawasan yang ditertibkan meliputi ruas Jalan AY Patty, Sam Ratulangi, Sultan Hairun, A.M Sangadji, Jalan Diponegoro, Said Perintah serta Jalan Tulukabessy, Kecamatan Sirimau.

Sistem parkir yang diterapkan yakni sistem paralel, 30 derajat, serta penyediaan tempat parkir khusus motor maupun becak.

Menurutnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Ambon telah melakukan sosialisasi kepada pengguna kendaraan roda dua dan empat yang memanfaatkan ruas jalan untuk parkir.

"Selain itu, kami telah membuat marka-marka parkir, yang mengatur tempat parkir khusus untuk kendaraan roda dua maupun empat," katanya.

Sebelumnya, juga dilakukan kerja sama dengan Direktorat Lalulintas Polda Maluku untuk melaksanakan rangkaian kampanye penataan lalu lintas.

Kampanye ini melibatkan instansi terkait seperti Ditlantas Polda Maluku, Satlantas Polres Pulau Ambon dan PP Lease, PT Jasa Raharja cabang Maluku, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Dinas Perhubungan (Dishub) provinsi dan kota serta Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Ia mengatakan, pembenahan sistem parkir dirubah guna memberikan rasa nyaman kepada pengguna jalan serta menciptakan tertib berlalu lintas.

Diakuinya, jika seluruh komponen transportasi dibenahi, maka dalam waktu  dekat Ambon akan semakin tertib dalam transportasi dan parkir.

"Macet merupakan indikator dari kota yang maju, jadi kalau saat ini Ambon macet menandakan kota ini semakin maju dan berkembang," ujar Richard.

Ia berharap, penataan perparkiran ini mendapat dukungan dari masyarakat, yakni  membiasakan diri memarkir kendaraan sesuai aturan, sehingga berdampak pada ketertiban dan keteraturan wajah kota Ambon, yang merupakan salah satu unsur kepariwisataan.

"Saya berharap warga kota Ambon dapat membisakan diri untuk memarkir kendaraan sesuai dengan aturan. Kalau kota ini tertib dan teratur, maka orang-orang yang datang berkunjung juga akan merasa nyaman," katanya.


Pewarta: Penina Maijaut
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026