"Saya telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh pimpinan SKPD di Pemkot Ternate untuk tidak seenaknya keluar daerah, karena saat ini kami lagi memfokuskan penanganan korban letusan Gunung Gamalama," katanya di Ternate, Rabu.
Ia mengatakan, semestinya para pimpinan SKPD tidak meninggalkan Ternate, terutama pimpinan instansi yang melakukan penanganan korban letusan gunung yang meletus Minggu lalu tersebut.
Permintaan Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman tersebut, menyusul adanya sejumlah pimpinan SKPD yang seenaknya keluar daerah tanpa memperdulikan masalah di daerah.
"Seluruh pimpinan SKPD di Pemkot Ternate telah saya instruksikan agar tidak ada yang keluar daerah, karena semuanya harus terfokus pada penanganan berbagai hal terkait terjadinya erupsi Gunung Gamalama," katanya.
Ia mengatakan, dalam kondisi seperti ini, seharusnya seluruh pimpinan SKPD tidak keluar daerah, sehingga diharapkan bisa bersama-sama instansi terkait untuk mengambil berbagai langkah strategis dalam penanganan letusan Gunung Gamalama.
Namun demikian, Wali Kota dapat memberikan toleransi kepada pimpinan SKPD keluar daerah jika ada kebutuhan mendesak terkait dengan penanganan letusan Gunung Gamalama.
Pasca-pelaksanaan tanggap darurat penanganan korban erupsi Gunung Gamalama di Kota Ternate berakhir 15 Desember, setelah itu baru diberi kelonggaran bagi pimpinan SKPD keluar daerah.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.