Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama Darno Lamane di Ternate, Jumat, mengatakan, larangan tersebut karena status aktivitas vulkanik gunung itu masih berbahaya.
Hingga saat ini, katanya, belum bisa dipastikan apakah aktivitas vulkanik Gunung Gamalama akan turun atau meningkat.
Ia juga mengakui pihaknya melakukan pemantauan perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Gamalama melalui seismograf.
"Untuk itu, kami harapkan agar wisatawan dan para pecinta alam untuk mengurungkan niatnya melakukan pendakian di Gunung Gamalama, hingga kondisinya benar-benar normal," katanya.
Gunung Gamalama seringkali menjadi tujuan kegiatan wisata dan pencinta alam, khususnya pada libur akhir pekan. Namun, selama beberapa bulan ke depan masih dilarang untuk kegiatan tersebut karena dianggap berbahaya bagi keselamatan.
Sungguhpu demikian, Darno Lamane meminta masyarakat Kota Ternate tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap berbagai isu tidak benar mengenai kondisi Gunung Gamalama.
Hingga saat ini, kata Darno, dirinya belum bisa memastikan aktivitas Gunung Gamalama akan turun dari status waspada ke normal, atau sebaliknya naik kembali ke siaga.
Pihaknya, katanya, sebatas memantau perkembangan gunung itu melalui seismograf.
Pada Selasa (14/2) dini hari, Gunung Gamalama mengeluarkan abu vulkanik. Tetapi, hal itu tidak memengaruhi statusnya yakni tetap waspada.
Status Gunung Gamalama semula siaga, menyusul letusan besar pada Desember 2011. Namun sejak 24 Januari 2012 status diturunkan ke waspada karena aktivitas vulkaniknya mulai menurun.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.