"Kami sudah siap", demikian kalimat singkat dan optimistis yang dilontarkan Kepala Badan Penanaman Modal Maluku, Rahman Soamena, dalam pertemuan antara Pemerintah Provinsi Maluku dan jajaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Ambon, Rabu (7/3).

Dimulai tepat pukul 10.00 WIT, pertemuan yang berlangsung di ruang rapat lantai 2 Kantor Gubernur itu membahas rencana penyelenggaraan MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) Ke-24, dijadwakan di kota Ambon pada Juni 2012.

Soamena, selaku Ketua Pelaksana Harian Panitia, menyatakan segala persiapan sudah dibuat, khususnya lokasi-lokasi penyelenggaraan termasuk Arena Utama di Lapangan Merdeka, Masjid Alfatah, Islamic Center, Perpustakaan Daerah, dan GOR IAIN Ambon.

Hotel dan penginapan pun sudah dipersiapkan untuk menampung seluruh peserta maupun penggembira dari 32 provinsi di Tanah Air, yang diperkirakan mencapai 4.000 orang.

Saat ini pun panitia masih terus menjalin koordinasi dengan "Jakarta" demi mendapatkan tanggal pasti kehadiran Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono untuk membuka acara.

Kepastian hari H pelaksanaan itu sangat penting bagi panitia dalam upaya menyelesaikan kerja persiapan, yang saat ini sudah mendekati 90 persen atau tinggal "finishing touch".

Diperolehnya tanggal pasti itu juga memudahkan panitia dalam penyediaan tiket maupun reservasi peserta yang akan datang dari seluruh Indonesia.

Menurut panitia, pihak maskapai penerbangan yang melayani rute dari dan keluar kota Ambon sudah dihubungi, untuk memberikan bantuan dalam kebijakan harga.

Modal Dunia-Akherat

Musabaqah Tilawatil Quran merupakan acara tahunan yang selalu dibuka oleh Presiden dan ditutup oleh Wakil Presiden.

Bagi Pemerintah Maluku, kepercayaan sebagai tuan rumah penyelenggara acara lomba membaca Al Quran ini bukan hanya sebuah kebanggaan tetapi juga momen penting yang harus ditangkap demi menunjukkan kepada dunia bahwa provinsi ini sudah benar-benar aman pascakonflik horisontal 1999 dan 2001.

Untuk dapat menyelenggarakan MTQ Nasional Ke-24 yang dijadwalkan berlangsung bulan Juni secara gemilang, Pemerintah provinsi Maluku bertekad mencapai tiga sukses dalam pelaksanaan, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan pembinaan, dan sukses administratif.

Sukses dministratif itu dalam bahasa yang kasar bermakna perintah, "Jangan korupsi!", dan itu hanya bisa tercapai bila semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan melaksanakan tugas masing-masing secara jujur dan terbuka.

Menurut Sekretaris Umum, Burhan Bandjar, semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MTQ ini sedang menanam modal untuk kebaikan di dunia maupun akherat.

Sebelumnya, jajaran Kominfo yang dikoordinir oleh Kabid Informasi Kesehatan dan Lingkungan Hidup, Hypolitus Layanan, menyatakan dukungan penuh bagi suksesnya penyelenggaraan MTQ di kota Ambon.

Dalam pemaparan, jajaran kominfo antara lain menyanggupi pengadaan pusat layanan internet (warung internet), teleconference, siaran langsung TVRI dan RRI, telepon umum, "life streaming" di portal kominfo.go-id, pameran, dan sebagainya.

Satu hal menarik, perwakilan Direktorat Pos menyatakan akan ada peluncuran sampul peringatan yang memuat pesan-pesan MTQ dan Kota Ambon. Sampul edisi khusus tersebut akan ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat acara pembukaan.

Satu hal yang mengkhawatirkan jajaran kominfo adalah daya listrik, sehubungan beroperasinya seluruh perangkat komunikasi saat acara pembukaan.

Menanggapinya, Burhan Bandjar menyatakan panitia sudah bekoordinasi dengan PLN Maluku dan Maluku Utara, dan kalau perlu minta bantuan diesel Kodam XVI/Pattimura.

Bukan Islam semata

Penyelenggaraan MTQ Nasional tahun ini bukan hanya milik umat Islam semata, tetapi milik umat berbagai agama di kota Ambon.

Mengutip Ketua Umum, Said Assagaff, yang juga Wakil Gubernur Maluku, Rahman Soamena bahkan menyatakan umat Kristen di kota Ambon ternyata lebih siap untuk menyambut acara tersebut.

"Kami harus akui, ternyata umat Kristen di kota ini lebih siap dibandingkan kami," katanya.

Kesiapan itu antara lain berupa kerelaan para pendeta untuk menjadikan rumah mereka sebagai tempat tinggal para kafilah, apabila diperlukan, walaupun panitia sudah menyiapkan hotel atau penginapan, plus dua kapal Pelni sebagai hotel terapung bagi para peserta dan tamu MTQ.

Sikap para pendeta itu menunjukkan bahwa pada hakekatnya tidak ada permusuhan antarumat beragama di kota Ambon maupun Maluku pada umumnya.

MTQ Nasional XXIV merupakan kegiatan nasional/internasional ketiga yang diadakan di Maluku, setelah sebelumnya provinsi ini berhasil melaksanakan Sail Banda pada 2010 dan Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Islam se-Indonesia pada 2011.

Sama seperti pada dua kegiatan sebelumnya, saat MTQ berlangsung bulan Juni nanti kota Ambon dipastikan bakal ramai dihiasi spanduk dan umbul-umbul, dan kemungkinan sesak dengan peserta, tamu maupun undangan termasuk utusan beberapa negara sahabat.

Masyarakat kota Ambon selaku tuan rumah pun diminta berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketentraman, karena suksesnya kegiatan ini akan memperkuat bukti bahwa Maluku memang nyaman untuk didatangi siapa saja.


Pewarta: ANTARA
Editor : John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026