Ambon (Antara Maluku) - Gempa tektonik berkekutan 5,8 skala Richter (SR) menguncang Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku.

Kepala Stasiun Geofisika Ambon, Benny Sipolo, di Ambon, Rabu, mengatakan bahwa pusat gempa di 5.63 Lintang Selatan--133.78 Bujur Timur atau 101 kilometer arah barat laut Dobo, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Aru.

Gempa pada kedalaman 10 km di bawah laut tersebut terjadi sekitar pukul 10.42 WIT dan mengagetkan masyarakat di Dobo.

Benny mengatakan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pemkab Kepulauan Aru untuk memantau dampak gempa yang terasa cukup kuat di Dobo.

Menurut dia, guncangan yang sangat kuat membuat warga di Dobo panik dan berlarian keluar rumah, mereka kemudian memilih tempat yang aman karena khawatir terjadi gempa susulan serta kemungkinan gelombang pasang (tsunami).

Provinsi Maluku merupakan salah satu daerah rawan gempa dan tsunami karena terletak pada pertemuan tiga lempeng besar, yakni Pasifik, Indo Australia, dan Eurasia.

Lempeng Indo Australia masuk ke bawah Eurasia dan bertemu dengan Lempeng Pasifik sehingga mengakibatkan patahan yang tidak beraturan.

Daerah-daerah rawan gempa di Maluku di antaranya wilayah-wilayah bagian tenggara, Pulau Ambon, Seram, dan Buru.

Sementara itu, pusat patahan di antaranya berada di Laut Ambon dan Seram Bagian Barat (SBB).



Pewarta: Lexy Sariwating
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026