Ambon (Antara Maluku) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) memberikan bantuan 200 unit mesin ketinting kepada para nelayan pembudidaya rumput laut di wilayah itu.

Kepala DKP MTB Alo Batkormbawa, di Ambon, Jumat, mengatakan, bantuan itu untuk nelayan pembudidaya rumput laut yang anggarannya bersumber dari APBD MTB tahun 2012 sebesar Rp1 miliar.

"Kami tidak lagi memberikan bantuan perahu tetapi mesin ketinting berkapasitas 2,5 PK karena berasumsi semua nelayan pembudidaya rumput laut di MTB telah memiliki perahu," katanya.

Menurutnya, jika pihaknya membantu pengadaan ratusan perahu kepada nelayan setempat, dikhawatirkan pembuatannya asal-asalan dan berkualitas jelek, mudah rusak serta dan tidak cocok dengan usaha yang dikembangkan para nelayan.

"Kami juga khawatir bantuan perahu akan menimbulkan masalah di waktu mendatang, dikarenakankan pembuatannya yang asal-asalan dan tidak tepat sasaran," ujarnya.

DKP MTB tahun 2011 juga memberikan bantuan 100 unit mesin ketinting kepada para nelayan di wilayah itu.

"Diharapkan bantuan mesin ketinting ini lebih mempermudah nelayan pembudidaya rumput laut ke lokasi budidayanya, disamping menggairahkan mereka untuk meningkatkan usahanya demi peningkatakan kesejahteraan di masa mendatang," katanya.

Selain mesin, DPK MTB juga memberikan bantuan stimulan lain kepada nelayan pembudidaya rumput laut berupa tali, pelambung dan bibit rumput laut.

Alo Batkormbawa mengakui, produksi rumput laut yang mulai dikembangkan di MTB sejak tahun 2007, telah mencapai 30 ribu ton basah atau 3 ribu ton kering hingga akhir tahun 2011, dengan pasaran utama ke Surabaya, Jawa Timur.

"Kami terus memotiviasi para pembudidaya rumput laut untuk meningkatkan usahanya dengan harapan total produksi rumput laut di MTB dapat mencapai 45 ribu ton basah di akir tahun 2012 mendatang," ujarnya.

Kebun Rumput Laut

Ditambahkannya, dalam tahun 2012 pihaknya juga memperoleh bantuan dari Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) mencapai Rp1 miliar untuk mengembangkan kebun rumput laut pada tiga teluk di wilayah itu.

"Sebagai salah satu upaya untuk mengganti varietas yang telah dikembangkan sejak tahun 2007, karena produktivitasnya semakin menurun,"katanya.

Tiga kebun rumput laut itu akan dikembangkan di Teluk Saumlaki, Teluk Adaut dan Teluk Larat karena kondisi perairannya tetap tenang setiap saat dan tidak terpengaruh musim Timur maupun Barat.

Kebun rumput laut tersebut merupakan pertama kalinya dikembangkan di MTB, dengan sasaran revitalisasi dan perbaikan varietas rumput laut jenis Euchema sp yang telah dikembangkan di MTB sejak tahun 2007.

Kebun itu akan dikelola tiga kelompok nelayan, masing-masing beranggotakan lima hingga 10 orang. Jangka waktu budidaya bibit antara 15 hingga 20 hari tanam sudah bisa dijual.

Para anggota kelompok akan memperoleh pelatihan khusus mengenai teknik budidaya rumput laut yang baik dan benar, sehingga hasilnya berlipat ganda.

Bibit rumput laut hasil budidaya dari kebun ini, akan dijual kepada para nelayan yang mengembangkan komoditi bernilai ekonomis ini.

"Bibit ini tidak lagi diberikan secara gratis seperti yang terjadi selama ini, sehingga hasilnya untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka," tandas Batkormbawa.

Pewarta: James F. Ayal
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026