Ambon (Antara Maluku) - Sebanyak 99,62 persen dari 23.093 siswa sekolah menengah atas dan sederajat di Maluku yang mengikuti Ujian Nasional 2012 dinyatakan lulus.

"Tingkat kelulusan siswa SMA dan sederajat di Maluku tahun ini mencapai 99,62 atau naik 0,11 persen dibanding tahun ajaran 2010-2011 yang hanya 99,51 persen," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Maluku Semmy Risambessy di Ambon, Jumat.

Jumlah siswa SMA di 11 kabupaten - kota di Maluku yang mengikuti UN tahun ini sebanyak 23.093 orang, dan yang lulus tercatat 17.178 siswa, sedangkan tidak lulus 64 siswa.

Madrasah Aliyah (MA) siswa lulus 1.511 orang dan tidak lulus 42 orang, sedangkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang lulus 4.152 siswa serta tidak lulus 146 siswa.

"Angka kelulusan tahun ini cukup meningkat, namun jika dihitung berdasarkan tingkat sekolah maka presentasi kelulusan untuk SMK dan MA mengalami penurunandibanding tahun sebelumnya," kata Risambessy.

Menurutnya, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mencapai presentasi tertinggi tingkat kelulusannya dibanding kabupaten - kota lainnya di Maluku yakni 100 persen.

"Kabupaten SBB mencapai tingkat kelulusan tertinggi. Hasil yang dicapai ini sama seperti yang dicapai pada UN tahun 2010-2011," ujarnya.

Risambessy mengakui, hasil UN untuk seluruh kabupaten - kota di Maluku telah didistribusikan untuk selanjutnya diumumkan serempak di seluruh sekolah pada Sabtu (26/5).

Khusus kota Ambon, hasil UN diantar langsung oleh petugas PT. Pos cabang Ambon ke rumah masing-masing siswa, sedangkan kabupaten - kota lainnya, teknis pengumumannya diserahkan kepada Dinas pendidikan dan sekolah masing-masing.

Risambessy berharap tidak ada aksi coret-coret baju seragam saat pengumuman kelulusan, termasuk aksi balapan sepeda motor karena berdampak merugikan siswa, orang tua, dan masyarakat.

"Sebaiknya baju seragam disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan, dan terpenting jangan melakukan aksi balapan di jalanan, karena selain mengganggu kenyamanan berlalu lintas, risikonya bisa fatal yang pada akhirnya merugikan orang tua dan masyarakat lainnya," kata Risambessy.


Pewarta: James F. Ayal
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026