"Masyarakat Ustutun (Indonesia) dengan Atauru (Timor Leste) sebenarnya memiliki hubungan saudara kandung dan mereka hanya terpisah akibat batas negara, tapi hubungan secara adat tetap berjalan baik," kata wakil ketua Fraksi Demokrat DPRD Maluku, Melky Frans di Ambon, Jumat.
Sebagian warga ini mendiami wilayah Indonesia dan menjadi WNI sedangkan sebagian lagi yang menetap di Pulau Kambing, pada Desa Atauru menjadi warga Timor Leste sehingga terjadi kegiatan kunjungan antar saudara dan sering dilakukan kegiatan bersifat adat.
Menurut Melky, supaya kegiatan adat dan budaya ini tidak terhenti hanya karena batas negara, perlu ada perjanjian bilateral dan kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Timor Leste.
Rencana ini juga sudah dijajaki pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Indonesia ketika Ramos Horta masih menjabat Menteri Luar Negeri Timor Leste dan pernah berkunjung ke Kabupaten MBD tahun 2006 silam.
Pembicaraan tingkat Menteri Luar Negeri kedua negara bertetangga ini sudah jalan dan Pemkab MBD saat ini lagi merintis hubungan kerja sama dimaksud.
"Kalau tidak salah ya, Kepala Badan Pengelolaan Kawasan Perbatasan sudah melakukan kunjungan ke Timor Leste untuk merintis dan menindaklanjuti rencana kerja sama hubungan bilateral tersebut," katanya.
Menjalani perawatan medis di daerah Atauru oleh masyarakat Lirang ini sudah berjalan lama dan tindakan ini diambil karena adanya ikatan hubungan darah serta merasa fasilitasnya kemungkinan lebih baik.
Untuk itu Pemkab MBD telah meningkatkan status puskesmas pembantu (Pustu)menjadi puskesmas rawat inap di desa Ustutun (Pulau Lirang).
Pemkab dan DPRD Kabupaten MBD saat ini telah merencanakan pemekaran wilayah kecamatan, khususnya membentuk kecamatan baru di Wetar Utara dengan ibu kotanya adalah Ustutun.
Surat permohonan dari pemkab ke Pemprov Maluku sudah disampaikan dan wajib memberikan rekomendasi pemekaran kecamatan baru," kata Melky Frans.
Pewarta: Daniel Leonard: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.