Kadis Pertanian Maluku, Syuryadi Sabirin, di Ambon, Senin, mengatakan kegiatan vaksinasi sejak pekan kedua April di Kota Ambon menjangkau lebih dari 9.000 ekor anjing.
"Jadi para kafilah dari 32 Provinsi jangan khawatir terhadap penyakit rabies yang kasusnya di Ambon pada 2010 dan 2011 angkanya relatif tinggi," ujarnya.
Dinas Pertanian Maluku melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan Pemkot Ambon maupun Dinas Pertanian Maluku Tengah telah menyalurkan 20.000 vaksin.
Vaksinasi dijadwalkan dilakukan lagi kepada anak anjing pada Juli 2012 guna memutuskan mata rantai penularan penyakit rabies.
Sasarannya mengantisipasi penularan rabies di Kota maupun pulau Ambon, pulau Haruku, pulau Saparua dan pulau Nusalaut, kabupaten Maluku Tengah.
"Maluku saat ini termasuk salah satu daerah endemis penularan penyakit rabies sehingga harus dilaksanakan berbagai upaya antisipasi agar terjamin keselamatan para kafilah MTQ yang nantinya ke Ambon maupun warga setempat," kata Syuryadi.
Penyakit rabies pertama kali ditemukan di kota Ambon ketika terjadi kasus gigitan anjing pertama kali dilaporkan oleh Puskesmas Lateri, kecamatan Baguala dan Urimesing, kecamatan Nusaniwe pada 28 Agustus 2008.
Daerah lainnya di Maluku yang tertular penyakit rabies adalah Maluku Tengah, Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Maluku Tenggara Barat dan terakhir Maluku Barat Daya dengan 17 kasus gigitan anjing pada Januari 2012 yang satu korbannya meninggal.
Pewarta: Lexy Sariwating: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.