Ternate (Antara Maluku) - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara (Malut) memperpanjang masa tanggap darurat korban banjir bandang lahar dingin di Ternate hingga 20 Juni 2012, karena hujan masih mengguyur daerah ini dan dikhwatirkan kembali menimbulkan banjir bandang.

"Masa tanggap darurat korban banjir lahar dingin di Ternate yang dimulai 9 Mei seharusnya berakhir 7 Juni 2012, tapi diperpanjang hingga 20 Juni 2012, karena kondisi curah hujan di Ternate masih cukup tinggi dan dikhwatirkan menimbulkan lagi banjir bandang," kata Waki Wali Kota Ternate Arifin Djafar di Ternate, Jumat.

Adanya perpanjangan masa tanggap darurat korban banjir bandang lahar dingin tersebut maka pengungsi korban banjir sebanyak 900 jiwa lebih yang di tampung pada tiga lokasi di Ternate belum akan dipulangkan ke rumah masing-masing.

Ia mengharapkan kepada para pengungsi korban banjir bandang lahar dingin tersebut untuk sabar bertahan di tempat pengungsian hingga 20 Juni 2012, karena kalau memaksakan diri pulang sekarang ke rumah masing-masing dikhwatirkan akan kembali mengalami musibah banjir bandang seperti pada 9 Mei 2012.

Pemkot Ternate tetap memenuhi semua kebutuhan para pengungsi selama berada di tempat penampungan, terutama kebutuhan pangan sehari-hari walaupun dana tanggap darurat yang diusulkan pemkot ke pemerintah pusat sampai saat ini belum turun.

Menyinggung adanya keluhan dari korban banjir lahar dingin yang memilih tidak mengungsi bahwa mereka tidak kurang mendapat perhatian dari Pemkot Ternate, Arifin mengatakan, Pemkot Ternate pasti akan memperhatikan semua korban banjir di daerah ini.

Pemkot Ternate akan membantu memperbaiki seluruh rumah warga yang rusak akibat terjangan banjir bandang lahar dingin 9 Mei lalu, termasuk akan merelokasi korban banjir yang rumahnya berada pada daerah bantaran kali yang rawan terjangan banjir.

"Tetapi Pemkot Ternate belum bisa sepenuhnya merealisasikan hal itu, karena dana tanggap darurat sebesar Rp150 miliar yang diusulkan ke pemerintah pusat sampai sekarang belum cair. Dana itu sudah cair pasti semuanya akan diperhatikan," katanya.

Banjir bandang lahar dingin yang melanda Ternate pada 9 Mei 2012, selain mengakibatkan 900 jiwa lebih warga mengungsi, juga menewaskan tujuh warga dan delapan warga lainnya hilang serta 15 warga mengalami luka berat dan ringan.

Pewarta: Panca
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026