Ternate (Antara Maluku) - Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara akan menertibkan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang banyak beroperasi secara terselubung, sebagai upaya mencegah penyakit masyarakat itu saat menjelang bulan Ramadhan.

"Kami banyak mendapat laporan dari masyarakat bahwa di daerah ini banyak PSK yang beroperasi, untuk itu kami akan melakukan penertiban," kata kepala Satpol PP Najamuddin, di Ternate, Minggu.

Penertiban dilakukan mulai Minggu dini hari (8/7), di sejumlah tempat yang selama ini disinyalir menjadi tempat para PSK mencari pasangan, seperti di kawasan Swering dan kawasan Tapak Plus.

Selain itu, kata Najamuddin, penertiban akan dilakukan juga di sejumlah hotel dan penginapan,  karena sesuai informasi para PSK tersebut banyak melayani tamunya di penginapan dan hotel.

PSK yang terjaring akan diserahkan ke instansi terkait untuk mendapatkan pembinaan, dengan harapan mereka nantinya bisa mencari kerja halal guna mendapatkan penghasilan.

Menurut dia, pihaknya juga telah menertibkan sejumlah tempat hiburan illegal, seperti yang ada di kawasan Kieraha, karena sesuai ketentuan di kawasan pasar tidak boleh ada tempat hiburan.

Terkait keberadaan beberapa kafe, di antaranya yang masih beroprasi di Pasar Rakyat Kie Raha dan tidak memiliki izin, juga menjadi perhatian karena sering dijadikan tempat beroperasi para PSK.

Anggota DPRD Kota Ternate Mubin Wahid menyambut baik penertiban PSK di daerah ini, karena selain menjadi salah satu penyebab penyebaran virus HIV juga merusak citra Ternate sebagai kota religius.

Ternate merupakan salah satu daerah di Malut yang paling banyak ditemukan penderita virus HIV. Data dari Dinas Kesehatan setempat, jumlah penderita virus mematikan itu di Ternate tercatat 78 orang dan 23 orang di antaranya telah meninggal dunia.

Pewarta: Abdul Fatah
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026