Ambon (Antara Maluku) - Tanaman cengkih mati di Kota Ambon bertambah, menyusul rusaknya tanaman cengkih di Desa Ema, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon akibat serangan hama.

Salah seorang petani desa Ema, Pieter Maitimu, di Ambon, Senin mengatakan, hingga saat ini cengkih yang mati mendekati jumlah 1.000 pohon.

"Hampir 25 persen dari tanaman cengkih di Ema yang mati sejak pertengahan 2011 akihat serangan hama, diduga penggerek batang," ujarnya.

Serangan hama tersebut menimbulkan lubang-lubang kecil pada batang cengkih sehingga memutus rantai makanan dari dalam tanah ke daun. Akibatnya daun menjadi kuning hingga kering, kemudaian gugur dan tanaman pun mati.

Pieter mengakui serangan hama tersebut meresahkan para petani setempat, apalagi kepedulian dari dinas teknis, baik Provinsi Maluku maupun Pemkot Ambon untuk menanganinya dirasakan kurang.

"Kami sudah melaporkan ke Dinas Pertanian Maluku maupun Dinas Pertanian, Kehutanan dan Peternakan Kota Ambon, tapi belum ada langkah penanganan yang tepat untuk menjawab keresahan para petani di Ema," tandasnya.

Diakuinya, staf Dinas pertanian, Kehutanan dan Peternakan Kota Ambon pada Oktober 2011 meninjau pohon cengkih yang mati dan hanya menyarankan ditebang saja agar tidak me nular ke tanaman lainnya.

"Cengkih ini merupakan salah satu sumber pendapatan petani sehingga diminta Dinas teknis agar menerjunkan tim untuk melakukan penanganan serius," ujar Pieter.

Ia juga menyatakan tanaman pala di desanya pun banyak yang mati akibat hama, ditandai keluarnya sejenis getah berwarna merah dan ulat.

"Jadi Dinas teknis diharapkan sesegera mungkin menerjunkan tim guna mengambil sampel untuk diperiksa di laboratorium, agar bisa dipastikan jenis penyakit yang menyerang tanaman cengkih maupun pala," kata Pieter Maitimu.

Kadis Dinas Pertanian Maluku, Syuryadi Sabirin maupun Kadis Pertanian, Kehutanan dan Peternakan Kota Ambon, John Tupan belum bisa dikonfirmasi karena kesibukan kerja di awal pekan.


Pewarta: Lexy Sariwating
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026