"Dulu kita selalu mendatangkan hewan kurban, khususnya sapi dari luar Malut, seperti Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan, tapi sekarang tidak lagi karena di Malut sudah banyak stok," kata seorang pedagang hewan kurban di Ternate, Suleman di Ternate, Rabu.
Para pedagang hewan kurban di Ternate kini membeli hewan kurban seperti sapi dan kambing dari para peternak di sejumlah kabupaten di antaranya Halmahera Barat (Halbar) dan Halmahera Utara (Halut).
Menurut dia, membeli hewan kurban di Halmahera Barat dan Halmahera Utara memang lebih mahal jika dibandingkan dengan membeli di luar Malut, seperti di Sulawesi Selatan, tapi jika diperhitungkan dengan biaya angkut justru lebih menguntungkan membeli di kedua daerah itu.
Harga sapi misalnya di Halmahera Barat mencapai Rp8 juta per ekor, sedangkan di Sulawesi Selatan hanya sekitar Rp7 juta-an per ekor, tapi biaya angkut dari Sulawesi Selatan ke Ternate sangat mahal dan beresiko hewan kurban mati dalam pengangkutan ke Ternate.
"Jadi biarlah hanya untung sedikit membeli hewan kurban di Malut tapi kami tidak perlu susah-susah pergi membeli di luar Malut, yang justru kami bisa rugi jika ada hewan kurban yang mati dalam pengangkutannya ke Ternate," katanya.
Para pedagang hewan kurban menjual hewan kurban di Ternate dengan harga untuk sapi mulai dari Rp8 juta-10 juta per ekor, sedangkan kambing mulai dari Rp750 ribu, sampai Rp2 juta per ekor, namun mendekati hari H Idul Adha harganya bisa lebih mahal lagi.
Sementara itu Dinas Pertanian Malut telah membentuk tim untuk memeriksa setiap hewan quran yang dijual para pedagang hewan kurban di Ternate dan di daerah lainnya di Malut guna mengantisipasi kemungkinan adanya hewan kurban yang tak layak menjadi hewan kurban, misalnya menderita penyakit berbahaya.
Khusus untuk di Ternate, sesuai pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan sapi untuk hewan kurban mencapai 500 ekor, sedangkan untuk kambing mencapai sekitar 2000 ekor.
Pewarta: La Ode Aminuddin: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.