Ternate (Antara Maluku) - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara Muliadi Tutupoho memita seluruh pasangan calon gubernur/wakil gubernur agar keinginan pilkada damai tidak hanya dijadikan slogan.

"Komitmen pilkada damai tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan oleh semua pihak yang terkait dengan pilkada, terutama para cagub/cawagub dan tim suksesnya," katanya di Ternate, Minggu.

KPU Malut akan berupaya melaksanakan semua tahapan Pilkada Malut sesuai dengan aturan dan jika dalam proses pelaksanaannya nanti, terutama setelah penetapan pemenang pilkada, ada pihak yang keberatan hendaknya menggunakan jalur hukum, antara lain ke Mahkamah Konstitusi.

Ia juga menekankan kepada kepala daerah agar mengawasi dan lebih menyosialisasikan mengenai netralitas KPU dalam melaksanakan semua tahapan pilkada, karena sesuai pengalaman selama ini, salah satu penyebab terjadinya konflik dalam pilkada adalah ketidakpuasan terhadap kinerja KPU.

Sebelumnya, enam pasangan Calon Gubernur/Wakil Gubernur (Cagub/Cawagub) Malut untuk periode 2013-2018 mendeklarasikan penyelenggaraan pilkada damai dan berkualitas, terutama pada tahapan kampanye, pemungutan suara dan pasca-penetapan pemenang.

Deklarasi pilkada damai yang berlangsung di Ternate digagas oleh Polda Malut bekerja sama dengan KPU Malut dan masing-masing tim sukses pasangan cagub/cawagub.

Sementara Kapolda Malut Brigjen Pol Machmud Arifin mengatakan, pihaknya saat ini sangat mengharapkan agar deklarasi pilkada damai tersebut tidak hanya sebatas pernyataan lisan, tetapi benar-benar diimplementasikan selama proses penyelenggaraan pilkada.

Kasus konflik pada pilkada Malut 2012 dan 2007 harus menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak lagi terjadi pada Pilkada Malut 2013 ini, karena konflik seperti itu justru sangat merugikan daerah dan masyarakat.

Ia mengatakan, ada tiga komponen utama yang harus saling bekerja sama untuk mendukung penyelenggaraan pilkada damai, yakni KPU sebagai penyelenggara, para cagub/cawagub serta unsur pengamanan yakni Polri dan TNI.

"Polda Malut sendiri akan berupaya melaksanakan tugas pengamanan demi terselenggaranya pilkada Malut yang damai. Polda telah menyiapkan 7.000 personel, termasuk dari unsur TNI untuk pengamanan pilkada," katanya.

Selain itu, Mabes Polri akan mengirim 400 personel Brimob dari Kelapa Dua Jakarta untuk mendukung pengamanan Pilkada Malut dan jika dibutuhkan, Polda Sulawesi Utara juga siap mengirim bantuan personel pengamanan ke Malut. 

Pewarta: Abdul Fatah
Editor : John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026