Ambon (Antara) - Salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang menjadi perhatian serius pasangan Calon Bupati-Cawabup Maluku Tenggara, Thaher Hanubun-Gerry Hukubun (Tegar), adalah penyediaan program subsidi listrik bagi rakyat miskin.

"Kami sudah menyiapkan program 100 hari kerja pertama, bila terpilih sebagai Bupati dan Wabub Malra periode 2013-2018 dan salah satunya adalah subsidi listrik bagi rakyat miskin," kata Cabub Maluku Tenggara (Malra), Thaher Hanubun yang dihubungi dari Ambon, Senin.

Masih banyak masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara yang tersebar dari Pulau Langgur hingga Pulau Kei Besar yang belum mendapatkan pelayanan listrik sehingga program tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu warga.

Selain program subsidi listrik, pasangan Tegar juga telah menyusun program prioritas lainnya berupa pembenahan retribusi pajak yang dinilai terlalu membebani masyarakat, pembenahan fasilitas dan pelayanan kesehatan rumah sakit, pembenahan sistem dan kebijakan monopoli kontraktor, pembenahan distribusi tenaga pendidik dan aparat medis.

Thaher mengatakan, program strategis lainnya yng menjadi prioritas berupa pembenahan dualisme Kepala-kepala Ohoi atau desa, pembenahan database kemiskinan, memaksimalkan sarana transportasi laut dan darat, identifikasi permasalahan daerah dengan melakukan pendekatan teknokratik.

"Bila memang diizinkan Tuhan dan mendapatkan dukungan segenap lapisan masyrakat sehingga pasangan kami lolos dalam pilkada 11 Juni besok, maka kami akan menjalankan berbagai program strategis yang menjadi prioritas selama 100 hari kerja," katanya.

Menyangkut program pembenahan dualisme kepala-kapala ohoi, akan lebih difokuskan untuk penyelesaian sengketa pada ohoi tertentu yang masih meninggalkan sejumlah persoalan selama ini serta mengefektifkan kinerja badan saniri ohoi.

Kemudian untuk program pembenahan retribusi pajak, dimaksudkan agar masyarakat tidak lagi dibebani dengan retribusi yang tinggi dan dirasa cukup membebani, sedangkan untuk fasilitas dan pelayanan kesehatan, Tegar siap benahi rumah sakit baik dari segi pelayanan, fasilitas, tenaga medis, air bersih, serta ketersedian obat-obatan.

"Program 100 Hari Kerja yang akan kami benahi khususnya untuk sistem dan kebijakan monopoli kontraktor, tidak akan ada lagi pengusaha-pengusaha tertentu saja yang terus mendapat proyek-proyek di daerah tapi yang diperhatikan adalah pemerataan kesempatan bagi semua orang," kata Thaher.

Untuk tenaga pendidik dan tenaga medis di daerah itu masih minim, karena beberapa desa terpencil belum tersedia tenaga pendidik dan medis, sehingga pasangan Tegar menjadikannya sebagai salah satu program kerja 100 hari untuk membenahinya.

Untuk pembenahan database kemiskinin dimaksudkan agar pemerintah memiliki data akurat untuk mengetahui wilayah yang masih tergolong miskin agar diperhatikan secara serius.

Data tersebut juga dapat mengetahui tingkat kesuksesan pemerintah dalam memberantas kemiskinan di daerah ini.


Pewarta: Daniel Leonard
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026