Ternate (Antara Maluku) - Gubernur Maluku Utara Thaib Armaiyn berharap agar pelaksanaan pemilihan kepala daerah di provinsi itu pada 1 Juli nanti bisa berjalan aman dan damai, serta tidak terjadi konflik antarpendukung.

"Pengalaman pemilu pada lima tahun yang lalu janganlah sampai terulang lagi," katanya di Ternate, Jumat.

Menurut Thaib, telah dua kali pemilihan gubernur Maluku Utara diwarnai gesekan-gesekan antarpendukung, dan itu tidak boleh terjadi lagi di pilkada mendatang.

Ia berharap Pilkada Maluku Utara 2013 menjadi pemilu yang berkualitas sebagaimana yang diharapkan, pemilu yang memenuhi asas langsung, umum, bebas, dan rahasia, serta aman dan tertib dengan tingkat partisipasi yang tinggi.

"Jadi, kalau jumlah pemilih sekitar 818 ribu orang, minimal 95 persen bisa menggunakan hak pilihnya," katanya.

Ia juga berpesan agar dalam pelaksanaan pilkada dihindari hal-hal yang berkaitan dengan politik uang, yang bersifat paksaan, serta menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kemenangan.

"Kepada seluruh masyarakat Maluku Utara, pergunakanlah hak pilih, pilihlah pemimpin daerah sesuai dengan hati nurani. Pilihlah pemimpin yang benar-benar bisa membawa Maluku Utara ke depan lebih baik dari apa yang ada sekarang," katanya.

Ketua KPU Maluku Utara Muliadi Tutupoho berharap semua pihak bisa tertib sehingga pilkada bisa berjalan sesuai harapan.

"Kalau penyelenggaran pemilu tertib, maka yang kita harapkan partai politik juga dapat tertib," ujarnya.


Pewarta: Abdul Fatah
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026