"Kami masih memburu pelaku penganiayaan enam warga Kelurahan Fitu, satu di antaranya merupakan wartawan lokal Gamalama Post bernama Suprianto yang hendak menyelamatkan adiknya yang dianiaya warga," kata Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendri Badar di Ternate, Selasa.
Menurut dia, penganiayaan itu dipicu minuman keras yang mengakibatkan para pemuda Kelurahan Fitu Kota Ternate bentrok.
Kejadian tersebut berasal dari pesta nikah di rumah ketua RT 05 Amin Buga. Berdasarkan informasi yang dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP), pemuda dua kubu ini mabuk, tiba-tiba terjadi salah paham antara pemuda.
Akibat kesalahpahaman itu, terjadi perkelahian sesama mereka hingga membesar dan terjadi saling lempar. Situasi kian memanas setelah beberapa pemuda saling bacok menggunakan parang.
Akibatnya ada enam pemuda dari 3 RT mengalami luka bacok. Enam orang tersebut adalah Suprianto (26) luka bacok di kepala, tangan dan bahu, alis bawah dan alis atas.
Selain itu, Fahri Mansur (24) menderita luka bacok di belakang, Idris Irman (20) luka bacok kaki kiri, Iswan (24) luka bacok bahu kiri dan Supardi (22) luka bacok di kaki kanan, serta Risal (20) luka akibat lemparan di kepala dan luka bacok.
Kabid Humas mengatakan aparat kepolisian dari Polsek Ternate Selatan, dan Polres Kota Ternate yang dipimpin Kapolres AKBP M.Anis PS dan Wakapolres Ternate Kompol Feri Suandy serta Kapolsek Ternate Selatan, AKP M.Kasim, turun ke TKP untuk membubarkan kedua kubu ini, namun kedua kubu ini tetap melakukan perlawanan dengan melempari petugas.
Mengingat massa kian brutal, akhirnya polisi terpaksa menembakan gas air mata dan peluru karet ke udara, selang beberapa menit kemudian polisi berhasil membubarkan kedua kubu tersebut dan membawa para korban ke UGD RSUD Chasan Boesoerie Ternate untuk mendapatkan perawatan.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026