"Realisasi pelaksanaan program minapolitan untuk seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) kementerian di daerah mencapai 100 persen, dalam rangka menunjang perikanan di Ambon," kata Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Ambon Fernanda Louhenapessy, Selasa.
Menurut dia, pihaknya telah mengirimkan laporan ke sekretaris Jendral (Sekjen) Direktorat Kelautan Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil ( KP3K) berupa buku realisasi dan evaluasi program minapolitan tahun 2013.
Instansi terkait, seperti Dinas PU telah merampungkan pembanguan jalan akses nelayan ke Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) desa Eri dan kawasan sekitar pesirir di kecamatan Nusaniwe, Dinas kesehatan telah membangun Puskesmas, serta Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) telah melakukan pemberdayaan dan pelatihan bagi kelompok perempuan.
"Sedangkan instansi lainnya juga telah melakukan tugas sesuai tupoksi, kami berharap realisasi tersebut dapat ditindaklanjuti oleh setiap SKPD untuk meningkatkan industri perikanan," katanya.
Langkah selanjutnya, kata Nanda Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan Bank Indonesia (BI) Ambon guna pemberdayaan masyarakat.
"Kontribusi yang diberikan BI berupa pendampingan pelatihan teknis bagi nelayan sebagai bentuk pemberdayaan, pelatihan di bidang kelautan dan perikanan, agar kedepan nelayan dapat mengelola dan memasarkan hasil perikanan," ujarnya
Ia mengakui, industrialisasi perikanan bertujauan untuk menciptakan nilai tambah bagi nelayan.
Langkah ini dimulai dengan memberikan perhatian bagi nelayan dan penjual ikan asap di desa Galala, kecamatan Sirimau, kota Ambon guna menambah nilai jual.
Industri perikanan minapolitan, akan berdampak pada peningkatan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan nelayan.
"Bila dulu hasil tangkapan ikan langsung dibawa ke luar daerah atau luar negeri dalam bentuk utuh, tetapi saat ini harus dioleh menjadi produk untuk meningkatkan nilai jual," katanya.
KKP, kata Nanda memulai program di Ambon yakni mengembangkan PPI Eri sebagai zona pengembangan, dengan melakukan reklamasi pantai.
Selain itu KKP juga menyediakan coldstorage, pabrik es, di PPI Erie guna proses penyimpanan hasil perikanan.
Kawasan inti Minapolitan yakni di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di kawasan Tantui, kecamatan Sirimau. Sedangkan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Desa Eri dijadikan kawasan penyanga.
"Lima kecamatan ditetapkan sebagai zona pengembangan meliputi Kecamatan Nusaniwe yang ditetapkan sebagai kawasan minapolitan tangkap serta Kecamatan Baguala dan Leitimur Selatan budidaya, Sedangkan untuk pengolahan dan pemasaran hasil perikanan tangkap budidaya di Desa Galala, Kecamatan Sirimau" katanya.
Pewarta: Penina Mayaut: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.