"Langkah ini ditempuh setelah melakukan evaluasi pada 13 Juni, selanjutnya memilih Panwascam baru," kata Ketua Panwaslu SBT, Saleh Tianotak, dihubungi dari Ambon, Rabu.
Kendati tidak merinci Panwascam yang dipecat. Namun, harus diganti agar penyelenggaraan Pilpres dilaksanakan secara bertanggungjawab.
Terobosan ini karena konsekuensi dari penyelenggaraan pengawasan kurang bertanggungjawab mengakibatkan pihak yang merasa dirugikan memprosesnya, baik di mahkamah konstitusi (MK) maupun Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
"Kami belajar dari penyelenggaraan Pilkada Maluku pada 2013 yang diputuskan MK harus dilaksanakan pemilihan suara ulang (PSU) maupun Ketua dan komisioner KPU serta Ketua Panwaslu SBT dipecat DKPP," tegas Saleh.
Karena itu, Panwaslu SBT telah selesai melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) kepada para Panwascam agar melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai ketentuan perundang - undangan, termasuk keputusan Bawaslu.
"Pilpres harus sukses, baik penyelenggara maupun administrasi agar memberikan pendidikan politik kepada masyarakat dalam rangka memilih pimpinan bangsa lima tahun ke depan," kata Saleh.
Ketua KPU SBT, Kisman Kilian juga mengapresiasi pergantian Panwascam karena penyelenggara Pilpres juga mengganti sejumlah panitia pemungutan kecamatan (PPK) baru.
Seleksi PPK baru agar saat penyelenggaraan Pilpres pada 9 Juli 2014 mengemban tugas dan tanggung jawab sesuai ketentuan perundang - undangan.
Pertimbangannya, PPK harus bekerja sesuai ketentuan perundang - undangan agar tidak menyusahkan KPU SBT di kemudian hari seperti adanya proses hukum ke MK maupun DKPP.
"Jadi PPK maupun panitia pemungutan suara (PPS) yang kinerjanya kurang bertanggungjawab harus dievaluasi, selanjutnya digantikan agar Pilpres harus sukses, terutama penyelenggaraannya," tegas Kisman.
Disinggung penyaluran logistik Pilpres, dia menjelaskan, memprioritaskan ke kecamatan yang dinilai kesulitan transportasi laut karena saat ini sedang musim timur.
"Musim timur aktivitas pelayaran ke kecamatan Teor, Wakate dan Kesui sering tertangguhkan karena memprioritaskan keselamatan penumpang sehingga logistik Pilpres diprioritaskan penyalurannya ke sana," kata Kisman.
Karena itu, logistik Pilpres dimulai disalurkan pada 2 Juli 2014 dengan mempertimbangkan peringatan dini kondisi cuaca ekstrim dari BMKG.
SBT memiliki daftar pemilih tetap (DPT) Pilpres sebanyak 87.673 orang yang tersebar di 237 tempat pemungutan suara (TPS).
Sedangkan, daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) Pilpres sebanyak 86.439 pemilih.
Pilpres 9 Juli 2014 akan diikuti pasangan Capres - Cawapres, Prabowo Subianto - Hatta Rajasa dan Joko Widodo - Jusuf Kalla.
Pewarta: Lexy Sariwating: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.