Ternate (Antara Maluku) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) menganggarkan dana sekitar Rp800 juta untuk perbaikan atap dan plafon terminal penumpang Bandara Babullah yang rusak akibat terjangan angin kencang pada Kamis (9/10).

Kepala Dinas Perhubungan Telekomunikasi dan Informatika (Dishukominfo) Malut, Burhan Mansur di Ternate, Minggu, mengatakan kerusakan terminal Bandara Babullah tersebut disebabkan bencana alam, sehingga perbaikannya tidak dibebankan kepada kontraktor yang membangunnya, tetapi kepada Pemprov Malut.

"Proses pengerjaan terminal Bandara Babullah itu diambilalih oleh Dishukominfo dan sudah bukan lagi tanggung jawab kontraktor dan dalam waktu dekat bisa diselesaikan pengerjaannya," kata Burhan.

Ia mengatakan, pihaknya saat ini fokus untuk membenahi atap dan plafon terminal utama Bandara Babullah itu, karena selain mengganggu kenyamanan penumpang pun dikhawatirkan akan terjadi kerusakan lagi di bagian lain jika tidak segera diperbaiki.

"Kalau tidak segera diperbaiki akan menyebabkan kerusakan lebih parah, apalagi sewaktu-waktu bisa saja muncul lagi angin kencang berpotensi merusak," katanya.

Untuk mencegah terjadinya korban jiwa, kepolisian setempat juga telah memasang garis polisi sehingga warga maupun penumpang yang berada di sekitar terminal itu tidak berada di area berbahaya.

Sementara itu pemerhati masalah transportasi di Malut, Nurdin Muhammad meminta agar pengelolaan terminal Bandara Babullah sepenuhnya diserahkan ke Kementerian Perhubungan, agar proses pengelolaannya dilakukan dengan profesional.

"Jujur saja, pelayanan di bandara Babullah ini belum memenuhi standar penerbangan yang ada, bahkan para penumpang yang berada di terminal itu tidak mendapatkan pelayanan secara maksimal," katanya.

Sementara itu, Kepala Bandara Babullah Ternate, Taslim Badaruddin ketika dikonfirmasi sebelumnya mengakui, angin kencang dalam sepekan terakhir merusak sejumlah atap dan ruang depan bandara itu, sehingga dikhawatirkan berdampak pada kerusakan sebagian fasilitas di bandara itu, karena tidak ada atapnya lagi.

Ia mengatakan rusaknya sejumlah fasilitas bandara itu memang lebih diakibatkan karena hembusan angin yang cukup kencang yang merusak sebagian atap gedung terminal bandara dan merobohkan sejumlah fasilitas yang berada di sekitarnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofosoka (BMKG) Kota Ternate memperkirakan kecepatan angin akan mencapai 20 knot per jam dan arah angin dominan dari arah selatan, akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. BMKG meminta warga waspada namun tidak panik dengan kencangnya angin saat ini dan beberapa hari ke depan.

Pewarta: Abdul Fatah
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026