Ambon (Antara Maluku)- Harga telur ayam ras di tingkat pedagang di Kota Ambon, Provinsi Maluku, dua hari menjelang perayaan Natal 25 Desember 2014 kembali bergerak naik hingga mencapai Rp1.500/butir dari sebelumnya Rp1.400.

Di pasar Nusaniwe maupun Mardika , Selasa, para pedagang mulai menaikkan harga telur ayam ras Rp1.500/butir atau naik dari sebelumnya yang berkisar antara Rp1.300 hingga Rp1.400/butir.

Rustam, pedagang telur ayam di Pasar Mardika mengatakan, harga telur ayam ras sudah bergerak naik sejak Senin di tingkat agen pemasok rata - rata Rp245.000/ikat (180 butir) dan agar tidak merugi dipatok harga eceran Rp1.500/butir.

Rustam mengakui, kalau sejak minggu lalu harga telur ayam yang ditawarkan kepada para pembeli selalu bervariasi yakni ukuran kecil Rp1.300 dan ukuran besar Rp1.400/butir, namun karena sejak kemarin harganya naik hingga mencapai Rp245.000/ikat maka dipatok harga eceran Rp1.500/butir.

Dia menambahkan, selain menjual telur ayam ras juga menjual telur burung puyuh dengan harga Rp1.000/tiga butir dan telur ayam kampung Rp3.500/butir, hanya saja telur ayam kampung stoknya terbatas hingga selalu terjadi perubahan harga.

Inang pemilik agen Inang jaya yang selama ini pemasok telur ayam ras dari Surabaya yang dikonfirmasi mengakui kalau memang harga telur yang dijual kepada para pedagang eceran di pasar Ambon sudah naik dari Rp235.000 menjadi yakni Rp245.000/ikat dengan harapan pedagang menjual dengan harga Rp1.500/butir.

"Kami tidak bisa berbuat banyak sebab naiknya harga telur ayam sudah dari sentra produksi di Surabaya," katanya.

Kemudian harga eceran yang sudah dipatok para pedagang, lanjutnya, bisa dimaklumi sebab setiap ikat pasti ada telur yang busuk, apalagi kalau perjalanan dari Surabaya ke Ambon sekitar dua hingga tiga hari perjalanan.

"Mudah - mudahan harga yang diterapkan saat ini tidak akan terjadi perubahan naik sebab stok cukup banyak," katanya.


Pewarta: John Soplanit
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026