Ternate (ANTARA) - Sebanyak 76 personel Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Maluku Utara menjalani tes psikologi dalam rangka pemetaan psikologis atau psychological mapping dan penyusunan profil klinis psikologi bagi pemegang senjata api organik.

"Tes ini bertujuan untuk memperoleh data profil psikologis personel Satbrimob sebagai dasar penyusunan surat keterangan hasil tes psikologi senjata api organik serta mendukung proses mapping psikologis secara menyeluruh," kata Paur Subbag Psipol Bagpsi Ro SDM Polda Malut, AKP Rendy Ferdian dihubungi, Rabu.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diberikan sosialisasi mengenai pengisian Profil Klinis Psikologi secara digital melalui aplikasi New E-Mental.

Selanjutnya, proses scanning lembar jawaban serta analisis hasil tes psikologi akan dilakukan oleh tim Bagpsi.

Dari pelaksanaan ini, seluruh peserta yang berjumlah 76 personel berhasil mengikuti rangkaian tahapan pemeriksaan dengan tertib dan lancar.

Dia menyebut, Polda Malut menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari penguatan sistem pengawasan dan pengendalian internal terhadap pemegang senjata api di lingkungan Polri, sekaligus untuk memastikan kesiapan mental dan psikologis anggota di lapangan.

Sementara itu, Polda Malut sebelumnya melakukan pemusnahan senpi rakitan dan peluru aktif beserta minuman keras yang berhasil dirazia dalam dua bulan terakhir itu dipusatkan di Ternate.

Senpi yang dimusnahkan merupakan hasil operasi Intelijen penggalangan yang dilakukan di tengah masyarakat secara langsung dan saat itu, personel Polda Malut turun langsung ke masyarakat dan masyarakat juga yang menyerahkan senpi secara sukarela ke anggota.

Ia mengakui, di Malut dari beberapa kejadian kriminal atau kejahatan disebabkan minuman keras, karena itu dilaksanakan operasi terhadap sehingga tidak lagi beredar di wilayah Malut.

 



Pewarta: Abdul Fatah
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026