Ternate (Antara Maluku) - Dinas Pendidikan dan Pengajaran Maluku Utara menjamin keamanan naskah soal ujian nasional SMA/sederajat karena dalam distribusi dan penyimpanannya mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan Dikjar Malut.

"Distribusi naskah soal UN SMA/sederajat di Malut tahun ini memang tidak melibatkan lagi unsur independen dari perguruan tinggi seperti pada tahun-tahun sebelumnya, hanya dari aparat kepolisian dan staf Dikjar Malut serta Diknas kabupaten/kota, tetapi dapat dijamin bahwa naskah soal UN itu tetap aman," kata Ketua Panitia UN Malut Abdul Akib Huteru di Ternate, Senin,

Naskah soal UN SMA sederajat di Malut didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota sejak 1 April 2015 dengan prioritas kabupaten yang jauh dan transportasinya kurang lancar, seperti Kabupaten Kepulauan Sula dan ditargetkan pada 8 April 2015 semuanya sudah sampai di setiiap kabupaten/kota.

Ia mengatakan, naskah soal UN tersebut setelah tiba di setiap kabupaten/kota akan disortir terlebih dahulu sebelum didistribusikan ke seluruh kecamatan untuk mengatisipasi kemungkinan adanya naskah soal UN yang tertukar dan dalam sortir itu tetap mendapat pengamanan dari aparat kepolisian serta staf dari Dikjar Malut dan diknas setempat.

Sejauh ini panitia UN Malut belum menerima laporan adanya masalah dalam pendistribusian naskah soal UN SMA sederajat di seluruh kabupaten/kota di Malut, namun demikian panitia UN Malut terus melakukan pemantauan dan jika ada masalah dalam pendistribusiannya, misalnya tidak tersedianya sarana transportasi untuk mengangkut naskah UN ke SMA yang lokasinya di daerah terpencil, dapat segera dilakukan langkah-langkah penangganannya.

Adbul Akib Huteru mengimbau kepada seluruh siswa SMA sederajat serta UN di Malut untuk menghadapi UN dengan tenang dan jangan mudah percaya jika ada pihak tertentu yang menawarkan naskah soal UN atau kunci jawabannya, karena semua itu dipastikan palsu.

Hasil UN tahun ini sesuai kebijakan dari pemerintah pusat tidak lagi menjadi dasar penentuan kelulusan siswa, karena penentuan kelulusan siswa diserahkan kepada sekolah, tetapi hasil UN tetap penting untuk digunakan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih atas.

Ia menambahkan, peserta UN SMA sederajat di Malut, termasuk SD dan SMP seluruhnya berjumlah 45.176 siswa tesebar di sepuluh kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Pulau Taliabu yang baru dimekarkan dari induknya Kabupaten Kepulauan Sula pada 2013.

Pewarta: La Ode Aminuddin
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026