Ternate (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate, Maluku Utara (Malut) pada hari kedua terus melakukan pencarian terhadap seorang nelayan asal Kusu Sinopa, Kota Tidore Kepulauan bernama Rustam Abas (40 tahun) yang hilang saat melaut.
Kepala Basarnas Ternate Iwan Ramdani di Ternate, Senin, mengatakan nelayan bernama Rustam dilaporkan hilang saat pergi melaut di perairan desa Kusu Sinopa, Kota Tidore Kepulauan sejak Minggu (3/8/2025).
Basarnas Ternate menerima laporan kejadian dari keluarga korban pada minggu dinihari, sekitar pukul 04.56 WIT dan langsung melakukan pencarian hingga hari kedua saat korban dinyatakan hilang.
Kronologi kejadian, pada tanggal 2 Agustus 2025 sekitar pukul 07.00 WIT, korban berangkat melaut untuk memancing, namun hingga malam hari korban belum kembali.
Bahkan, masyarakat dan keluarga korban telah melakukan pencarian dan berhasil menemukan perahu milik korban, namun korban tidak berada di dalam perahu. Selanjutnya, melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Ternate untuk meminta perbantuan.
Setelah menerima laporan, pukul 05.07 WIT, Tim Rescue Kantor SAR Ternate bergerak menuju LKP menggunakan Rescue CAR dan membawa peralatan SAR laut untuk melakukan pencarian terhadap korban.
Basarnas juga mengeluarkan imbauan bagi pengguna jasa transportasi laut, terutama pengguna kapal berukuran kecil dan nelayan untuk berhati-hati karena kondisi cuaca buruk beberapa hari ke depan.
"Berdasarkan prakiraan dari BMKG, cuaca buruk sedang melanda wilayah Maluku Utara pada beberapa hari ini. Kami mengimbau kepada masyarakat, terutama para nelayan, pengguna transportasi laut, dan masyarakat pesisir, untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu mengutamakan keselamatan," kata Iwan Ramdani.
Dia menyatakan adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni terus memantau informasi cuaca. Selalu update informasi cuaca melalui BMKG, pemerintah daerah atau pihak berwenang lainnya sebelum melakukan aktivitas di laut.
Dia mengimbau pengguna kapal untuk memastikan setiap perjalanan laut dilengkapi dengan jaket pelampung, alat komunikasi, dan peralatan darurat lainnya. Kapal dan perahu harus dalam kondisi layak operasi, dengan perlengkapan keselamatan yang memadai.
"Hindari aktivitas berisiko. Batalkan atau tunda perjalanan menggunakan transportasi laut jika kondisi cuaca tidak memungkinkan. Nelayan disarankan untuk tidak melaut apabila gelombang tinggi dan angin kencang yang membahayakan keselamatan," katanya.
