Selain itu, 98 wakil wali kota melakukan hal serupa sementara aksi penanaman lainnya dilakukan para sekretaris daerah dan delegasi yang hadir di Ambon dalam rangka Rakernas APEKSI, 5-10 Mei 2015..
Wali Kota Padang menanam anakan Andalas yang merupakan pohon khas Sumatera Barat, pohon jati (Ebono Selbik) yang merupakan pohon khas dan langka di dunia ditanam Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Pohon lain yang ditanam termasuk mangga kasturi khas Banjar Baru Kalimantan Selatan dan cempaka telok khas Palembang Sumatera Selatan.
Ketua Dewan Pengurus APEKSI Pusat, Vicky Lumentut menyatakan, penanaman pohon khas daerah merupakan agenda tetap dalam kegiatan Rakernas APEKSI.
"Berdasarkan keputusan telah mengagendakan dan menjadi tradisi tahunan di kota yang menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan," katanya.
Kegiatan ini, katanya, merupakan upaya program dunia untuk melestarikan lingkungan serta memperkenalkan kota di Indonesia melalui pohon khas yang ditanam.
"Tahun 2013 saat kegiatan forum Wali kota anggota UCLG di Liverpool, ditetapkan 30 persen wilayah kota harus menjadi ruang publik, sebagai upaya melestarikan lingkungan demi anak cucu," ujarnya.
Vicky menjelaskan, Dewan pengurus memberikan apresiasi kepada Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy yang telah mengagendakan penanaman pohon tersebut.
"Kita berkeyakinan kuat pohon yang ditaman akan tumbuh dan berkembang dengan baik, dan ketika kita bersama kembali ke Ambon akan melihat pohon yang ditanam hari ini akan menjadi saksi hidup," tandasnya.
Sementara itu Komandan Lantamal (Danlantamal) IX Kolonel Laut (P) Nurhidayat mengatakan, Lantamal Ambon merupakan tempat yang cukup baik dan layak untuk menanam dan melestarikan pohon.
"Usia pohon yang ditanam disini kebanyakan telah berusia ratusan tahun, dan aman untuk tumbuh dengan baik sehingga membuat udara semakin sehat," katanya.
Ia menambahkan, pohon yang akan ditanam diharapkan dapat menjadi pohon yang bermanfaat untuk kelestarian alam demi kelangsungan masa depan anak cucu.
"Ke depan jika pak Wali berkenan di kawasan ini juga bisa dibangun jogging track agar masyarakat dapat melakukan aktivitas olah raga serta menikmati tanaman khas setiap kota yang ditanam," ujarnya.
Ketua Dewan Pengurus APEKSI Pusat, Vicky Lumentut menyatakan, penanaman pohon khas daerah merupakan agenda tetap dalam kegiatan Rakernas APEKSI.
"Berdasarkan keputusan telah mengagendakan dan menjadi tradisi tahunan di kota yang menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan," katanya.
Kegiatan ini, katanya, merupakan upaya program dunia untuk melestarikan lingkungan serta memperkenalkan kota di Indonesia melalui pohon khas yang ditanam.
"Tahun 2013 saat kegiatan forum Wali kota anggota UCLG di Liverpool, ditetapkan 30 persen wilayah kota harus menjadi ruang publik, sebagai upaya melestarikan lingkungan demi anak cucu," ujarnya.
Vicky menjelaskan, Dewan pengurus memberikan apresiasi kepada Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy yang telah mengagendakan penanaman pohon tersebut.
"Kita berkeyakinan kuat pohon yang ditaman akan tumbuh dan berkembang dengan baik, dan ketika kita bersama kembali ke Ambon akan melihat pohon yang ditanam hari ini akan menjadi saksi hidup," tandasnya.
Sementara itu Komandan Lantamal (Danlantamal) IX Kolonel Laut (P) Nurhidayat mengatakan, Lantamal Ambon merupakan tempat yang cukup baik dan layak untuk menanam dan melestarikan pohon.
"Usia pohon yang ditanam disini kebanyakan telah berusia ratusan tahun, dan aman untuk tumbuh dengan baik sehingga membuat udara semakin sehat," katanya.
Ia menambahkan, pohon yang akan ditanam diharapkan dapat menjadi pohon yang bermanfaat untuk kelestarian alam demi kelangsungan masa depan anak cucu.
"Ke depan jika pak Wali berkenan di kawasan ini juga bisa dibangun jogging track agar masyarakat dapat melakukan aktivitas olah raga serta menikmati tanaman khas setiap kota yang ditanam," ujarnya.
Pewarta: Penina Mayaut: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.