Ternate (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Maluku Utara (Malut) mencatat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) hingga September 2025 melambat kendati secara agregat pendapatan pemerintah daerah se-Maluku Utara terealisasi Rp10.193,90 miliar atau tumbuh 0,96 persen (year-on-year/yoy).

"Selain itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp1.416,28 miliar atau 69,24 persen dari pagu, naik 29,67 persen (yoy) berkat peningkatan pajak daerah. Sementara pendapatan transfer masih mendominasi dengan 85,81 persen dari total pendapatan, mencapai Rp8.747,30 miliar atau 72,15 persen dari target," kata Kepala Kanwil DJPb Provinsi Maluku Utara Sakop di Ternate, Kamis.

Namun, belanja daerah mengalami kontraksi cukup tajam, turun 10,06 persen (yoy) menjadi Rp7.764,00 miliar dari pagu Rp16.995,11 miliar dengan realisasi terbesar terjadi pada belanja gaji dan tunjangan aparatur sipil negara (ASN), tambahan penghasilan, jasa, serta bantuan keuangan.

Selain itu, menurut Sakop, strategis yang muncul antara lain percepatan realisasi DAK Fisik tahap II, beberapa pemda yang belum menyalurkan DAU Specific Grant Penggajian Formasi PPPK, serta kebutuhan akselerasi belanja daerah dan peningkatan PAD.

Sedangkan, dalam sesi paparan tematik, Sakop juga menyoroti perkembangan program Sekolah Rakyat yang kini telah berjalan di tiga lokasi dengan total 150 siswa dan 42 tenaga pendidik.

"Program ini dinilai penting dalam mendukung pemerataan akses pendidikan, namun masih menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, pendanaan, penerimaan masyarakat, dan fasilitas dasar," ujar dia.

Sebab, beberapa rekomendasi yang disampaikan antara lain penguatan mekanisme rekrutmen guru, penyediaan air bersih dan sanitasi layak, evaluasi standar biaya konsumsi, serta strategi komunikasi berbasis komunitas. Selain itu, perlu penjajakan skema pembiayaan berkelanjutan dari sumber non-APBN.

Sakop menjelaskan bahwa ekonomi global menunjukkan perbaikan dengan indikator pertumbuhan ekonomi dunia dan ekspansi PMI manufaktur yang menguat.

"Pasar keuangan global mulai pulih seiring meredanya perang dagang dan kebijakan pemangkasan Fed-Fund Rate. Di level domestik, minat investor global juga menunjukkan tren positif, sementara instrumen keuangan tetap bergerak stabil," ujar dia.

 



Pewarta: Abdul Fatah
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026