Ambon (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga dengan sigap tangani insiden truk skid tank yang terbakar akibat kecelakaan lalu lintas di jalan penghubung Jayapura menuju Sentani.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo melalui siaran pers yang diterima di Ambon, Jumat mengatakan, kegiatan ini bagian dari simulasi penanggulangan keadaan darurat sebagai bentuk memastikan kesiapsiagaan baik personil maupun sarana prasarana dalam menghadapi kondisi keadaan darurat yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Ia menjelaskan, simulasi penanggulangan keadaan darurat ini sedikit berbeda dari biasanya karena dilakukan di tempat umum dan memiliki dampak besar terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
"Kami mencoba mengembangkan skenario terjadinya kecelakaan truk skid tank LPG yang mengakibatkan jet fire atau terbakarnya truk hingga ledakan Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion (BLEVE) yang sangat radius area berbahaya sangat luas,” katanya.
Upaya Ini bertujuan melatih kesigapan petugas, bagaimana tim penanggulangan darurat memahami dan tahu apa saja tanggung jawabnya ketika terjadi kondisi darurat.
Perbedaan jet fire kebakaran dengan BLEVE katanya, adalah radius dari dampak api. Jet fire atau kebakaran ini memiliki dampak terhadap lingkungan sekitar terjauh kira-kira 35 meter.
Sedangkan apabila terjadi BLEVE, dampak dari ledakan dan api radiusnya hingga 200 meter lebih.
"Jadi penanganan kondisi darurat ini sangat memerlukan koordinasi erat antara Pertamina Patra Niaga, instansi terkait, dan tentunya masyarakat sekitar mengingat dampak dari jet fire dan BLEVE ini sangat luas. Bagaimana penanganan kebakaran, penanganan lalu lintas, dan penanganan korban serta masyarakat harus dilakukan dengan tepat untuk meminimalisir dampaknya," lanjutnya.
Dalam kegiatan ini, dilakukan simulasi mengenai suplai BBM, LPG, dan Avtur di area Jayapura dan Sentani yang terdampak. Sebagai jalan akses utama, kejadian dilokasi tersebut memerlukan perencanaan suplai yang baik dalam kondisi darurat agar layanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Selain penanganan kondisi darurat, juga simulasi suplai BBM, LPG, maupun Avtur yang terdampak akibat akses yang tidak bisa dilalui.
“Bagaimana selama proses penanganan keadaan darurat ini suplai tetap berjalan juga kami lakukan sehingga layanan bagi masyarakat tidak terhenti," katanya.
Awan menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan simulasi keadaan darurat ini.
"Kepada pihak kepolisian, rumah sakit, pemadam kebakaran, BPBD, dan seluruh masyarakat terlibat, kami ucapkan terima kasih sudah mendukung kegiatan ini. Semoga, ini bermanfaat bagi kita semua, dan tentu kegiatan ini akan senantiasa memperkuat sinergi kita kedepannya," ujarnya.
