Ambon (ANTARA) - Pelabuhan Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, menyiapkan empat kapal cepat untuk melayani arus mudik dan balik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), sebagai upaya mengantisipasi lonjakan penumpang transportasi laut di wilayah tersebut.
 

Pelaksana Tugas Kepala Kantor UPP Kelas II Tulehu Mira Kaimudin di Maluku Tengah, Rabu mengatakan di Pelabuhan Tulehu terdapat empat kapal yang dinyatakan layak melaut, yakni KMP Cantika 88, KMP Cantika 99, Cantika Torpedo, serta satu kapal cadangan KMP 1E.

“Empat kapal utama tersebut sudah pasti akan membantu arus mudik Nataru kali ini, dan siap beroperasi,” tuturnya.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Posko Angkutan Laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang dihadiri unsur kepolisian, Basarnas, Dinas Perhubungan, operator pelayaran, Jasa Raharja, serta instansi terkait lainnya.

Mira mengatakan rapat koordinasi ini merupakan agenda rutin tahunan untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan siap menghadapi arus mudik dan balik Nataru, khususnya di Pelabuhan Tulehu yang menjadi salah satu simpul transportasi laut tersibuk di Maluku.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan awal terhadap kapal dan fasilitas pelabuhan agar layak dan aman digunakan masyarakat. Kami juga meminta dibukanya loket tambahan supaya tidak terjadi penumpukan penumpang dan keberangkatan kapal tidak tertunda,” ujar Mira.

Ia menambahkan, pihaknya juga menekankan pentingnya pendataan penumpang anak-anak meski tidak diwajibkan membeli tiket, karena berkaitan langsung dengan aspek keselamatan jiwa. Selain itu, UPP Tulehu meminta dukungan tambahan personel Polri untuk menertibkan helper yang kerap meloncat ke kapal saat sandar.

Pasalnya, jika berkaca pada tren pergerakan penumpang pada periode Natal sebelumnya, diperkirakan jumlah penumpang kapal laut yang melalui Pelabuhan Tulehu pada Natal tahun ini mengalami kenaikan sekitar empat hingga tujuh persen dibandingkan tahun lalu, atau berada pada kisaran 15.700 hingga 16.100 orang hingga H+3 Natal.

“Puncak arus mudik perlu disikapi dengan pengaturan kapasitas secara ketat demi menjamin keselamatan pelayaran,” tuturnya.

 

 



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026