"Hal ini bertujuan untuk membangkitkan kembali nilai sejarah tentang rempah-rempah yang sudah tersohor sejak zaman dahulu,di mana para penjajah yang datang ke Indonesia hanya mencari rempah-rempah," kata Ketua KNPI Kota Ternate, Abdul Malik Silia, di Ternate, Kamis.
Menurutnya, penetapan 12 April sebagai hari rempah-rempah nasional karena bertepatan dengan kegiatan legu gam.
Selain itu, untuk menjaga agar nilai sejarah tidak hilang begitu saja, jadi nanti akan diusulkan ke pusat agar ditetapkan sebagai hari rempah-rempah nasional.
Bahkan, rencana pengusulan ini KNPI akan berkonsultasi dan meminta dukungan dari pihak Kesultanan Ternate maupun Pemkot Ternate untuk mengakomodir permintaan ini.
Tujuannya agar apa yang nantinya diusulkan itu dapat diakomodir guna ditetapkan sebagai hari rempah-rempah nasional.
Langkah yang diambil KNPI karena Ternate akan ditetapkan sebagai daerah rempah-rempah dan bukan hanya di tingkat nasional namun dikenal di tingkat Internasional.
"Ternate sebagai daerah rempah-rempah yang harus dijadikan sebagai ikon. Apalagi Ternate merupakan salah satu Kota Pusaka yang ditetapkan pemerintah pusat," kata Abdul.
Dia mengemukakan, usulan ini akan disampaikan ke pusat setelah ada dukungan dari Keraton Kesultanan Ternate dan Pemkot Ternate.
"Sampai saat ini belum ada penetapan hari rempah-rempah secara nasional. Padahal, Indonesia dikenal sebagai negara rempah-rempah," tandasnya.
Dia berharap langkah yang diambil KNPI ini mendapat dukungan dari pihak Kesultanan Ternate dan Pemkot Ternate agar dapat mewujudkan 12 April sebagai hari rempah-rempah nasional.
Pewarta: M. Ponting: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.