"Dari 10 Provinsi di Kawasan Timur Indonesia, NTP Oktober 2015 terhadap September 2015 terjadi peningkatan NTP di tujuh provinsi dan peningkatan tertinggi terjadi di Malut yakni sebesar 1,06 persen, sementara 3 provinsi yang mengalami penurunan adalah Sulawesi Selatan sebesar 0,57 persen, Sulawesi Tenggara sebesar 0,10 persen, dan Papua Barat sebesar 1,03 persen," kata Kepala BPS Malut, M Habibullah di Ternate, Selasa.
Dia mengatakan, secara nasional NTP mengalami peningkatan dari September 2015 ke Oktober 2015 yaitu dari 102,33 menjadi 102,46 atau naik 0,13 persen, sebab pada Oktober 2015, Provinsi Malut mengalami inflasi perdesaan sebesar 0,63 persen.
Inflasi perdesaan di Maluku Utara ini disebabkan oleh naiknya indeks pada enam kelompok pengeluaran.
Apalagi, inflasi perdesaan Nasional pada bulan Oktober 2015 sebesar -0,04 persen atau mengalami deflasi, yang disebabkan oleh turunnya indeks pada kelompok bahan makanan.
Nilai Tukar Petani (NTP) diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan.
"NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi, karena semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani," katanya.
Oleh karena itu, kata Habibullah, berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di tujuh kabupaten se-Provinsi Malut pada Oktober 2015, NTP Malut naik 1,06 persen dibandingkan NTP September 2015, yaitu dari 101,00 menjadi 102,07.
"Peningkatan NTP pada Oktober 2015 disebabkan karena indeks harga hasil produksi pertanian mengalami kenaikan sebesar 1,57 persen, lebih besar dibandingkan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian yang hanya naik sebesar 0,51 persen," ujarnya.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.