Ambon (ANTARA) -

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, membuka akses jaringan air bersih baru untuk 200 kepala keluarga (KK) di kawasan Ponegoro Atas Kelurahan Urimesing  Kecamatan Nusawine.

“Program ini menjadi bagian dari prioritas pemkot dalam memperluas pelayanan air bersih bagi warga yang selama ini belum terjangkau,” kata Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena di Ambon, Kamis.

Wali Kota mengatakan akses baru tersebut dibangun melalui kerja sama dengan Perumda Tirta Yapono. Jika seluruh warga mendaftar sambungan, jaringan baru mampu melayani 200 KK.

“Ini merupakan program air bersih pemkot di bawah kepemimpinan saya dan ibu wakil wali kota. Kondisi aktual menunjukkan sebagian besar warga Ambon belum terakses air bersih yang layak. Karena itu lima tahun ini kita berupaya mengurangi jumlah warga yang belum terlayani,” ujarnya.

Untuk meringankan pembiayaan warga, Pemkot Ambon juga memberikan potongan biaya pemasangan sebesar Rp500 ribu. Wali Kota berharap kolaborasi dengan DPRD dapat membantu mempercepat penyambungan jaringan ke rumah-rumah.

“Daftar sambungan tidak bayar, biaya pemasangan berkisar Rp1,9 sampai Rp2,1 juta. Kita beri kemudahan bisa dicicil tiga kali. Kalau ada anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) daerah pemilihan sini yang mau bantu pembiayaan sambungan, masyarakat silakan pilih mereka lagi pada periode berikut,” katanya.

Selain pembukaan akses baru di Urimesing, Pemkot Ambon juga melakukan revitalisasi fasilitas sumber air Perumda Tirta Yapono di Wainitu.

Sumber air ini sudah melayani lebih dari 4.000 KK di kawasan Kuda Mati Atas, Farmasi, Gunung Nona hingga Benteng Atas.

Wali Kota menegaskan upaya pemenuhan air bersih dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Pemkot Ambon mengevaluasi sejumlah sumber potensial seperti di Benteng Atas, Amahusu, Halong dan titik lain untuk dikembangkan menjadi penyuplai baru.

“Kami berharap dari kerja-kerja hari ini masalah air bersih makin berkurang. Kalau selama lima tahun kita konsisten, maka keluhan air bersih yang sulit akan semakin sedikit,” tambahnya.

Wali Kota juga mengingatkan masyarakat soal kewajiban membayar iuran layanan.

“Setiap jasa yang disediakan pemkot ada retribusinya. Masyarakat perlu membantu membayar sesuai pemakaian. Saya rasa ini adil,” tegasnya.

Ia menambahkan penyediaan air bersih membutuhkan dukungan semua pihak. Pemerintah menyediakan infrastruktur, warga memenuhi kewajiban, sementara DPRD dan pemangku kepentingan lain membantu meringankan biaya warga.

“Pemkot menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada Tirta Yapono yang setiap waktu melakukan upaya konkret membantu masyarakat mendapat akses air bersih,” ucap Bodewin.

Ia berharap dalam beberapa minggu ke depan akan ada titik layanan baru yang kembali dibuka agar lebih banyak warga dapat menikmati air bersih.

 



Pewarta: Winda Herman
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026