Ambon (ANTARA) -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga pesisir serta pengguna transportasi laut untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi yang diprediksi terjadi di sejumlah perairan Maluku pada 21–23 Januari 2026.

“Sehubungan dengan kondisi gelombang tinggi yang terjadi di beberapa titik, kami mengimbau nelayan, khususnya yang menggunakan perahu kecil, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca. Jangan memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan,” kata Kepala Stasiun Maritim Ambon, Mujahidin, di Ambon, Rabu.

Selain itu, pengguna transportasi laut juga diimbau untuk berhati-hati serta terus memantau informasi dan prakiraan cuaca maritim yang dikeluarkan secara resmi oleh BMKG guna menghindari risiko kecelakaan laut.

BMKG memprakirakan ketinggian gelombang laut di perairan Maluku berada pada kategori sedang hingga tinggi selama periode tersebut. Gelombang dengan kategori tinggi diprediksi terjadi di perairan Maluku bagian selatan, meliputi perairan Pulau Wetar, Pulau Babar, Kepulauan Tanimbar, Kei, dan Aru.

Sementara itu, gelombang dengan kategori sedang atau berkisar 1,25 meter diperkirakan terjadi di perairan Pulau Ambon, Pulau Buru, Pulau Seram, serta Laut Banda.

Ia menjelaskan, untuk kategori tinggi, ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 2,5 meter hingga 4 meter dan berpotensi berlangsung hingga 23 Januari 2026.

BMKG juga mengingatkan potensi gelombang tinggi tersebut dapat berdampak pada aktivitas bongkar muat di pelabuhan, pelayaran antarwilayah, serta aktivitas wisata bahari di sejumlah daerah pesisir Maluku.

“Masyarakat diimbau untuk sementara waktu membatasi aktivitas di sekitar perairan terbuka guna menghindari risiko kecelakaan,” ujarnya.

Selain gelombang tinggi, kondisi cuaca di wilayah perairan Maluku juga berpotensi disertai angin kencang dan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada waktu-waktu tertentu. Kombinasi faktor tersebut dapat menurunkan jarak pandang dan meningkatkan risiko bagi pelayaran laut, khususnya pada malam hingga dini hari.

Ia juga mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan terkait untuk terus mengikuti pembaruan informasi cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG, termasuk peringatan dini yang sewaktu-waktu dapat dikeluarkan sesuai dengan perkembangan dinamika cuaca di wilayah Maluku.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026