Ambon (ANTARA) - Operasi SAR untuk mencari seorang penumpang Kapal Motor (KM) Sangiang atas nama Suhari Usman (40) yang dilaporkan melompat ke laut di sekitar Perairan Pulau Geser, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku akhirnya dihentikan setelah tujuh hari pencarian.

"Setelah sepekan melakukan pencarian korban namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan yang bersangkutan maka Basarnas Ambon resmi menutup operasi SAR di Perairan SBT," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon Muhamad Arafah di Ambon, Kamis malam.

Sejak hari pertama operasi SAR pada tanggal 30 Januari 2026, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Unit Siaga SAR Bula beserta Unsur Potensi SAR dibagi menjadi dua SRU guna memperluas area pencarian korban.

Meskipun upaya pencarian korban telah dilakukan secara maksimal hingga hari ketujuh namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

"Sehubungan dengan telah dilaksanakannya operasi SAR sampai hari ini dan tidak menemukan keberadaan korban, serta hasil evaluasi bersama keluarga dan Unsur Potensi SAR maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup," ujarnya.

Kemudian seluruh unsur Potensi SAR yang terlibat dalam operasi ini dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih.

Sebelumnya diketahui, korban atas nama Suhari Usman salah satu penumpang KM Sangian dengan rute Fak Fak, Kabupaten Papua Barat tujuan Pulau Geser, Kabupaten SBT, Maluku melompat dari atas kapal pada tanggal 29/01 sekitar pukul 04.00 WIT dini hari.

"Korban dilaporkan melompat ke laut, tepatnya di sekitar Perairan Pulau Geser. Upaya pencarian dari Kapal KM Sangian pun sudah dilaksanakan selama beberapa jam namun tidak menemukan korban," katanya.

Dalam pelaksanaan operasi SAR, Unsur SAR yang terlibat terdiri dari Unit Siaga SAR Bula, Polairud Bula bersama dan TNI AL.



Pewarta: Daniel Leonard
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026