Kericuhan Konfercab IV PWI Maluku Utara yang dihadiri Ketua I PWI Pusat, Atal D Pare dan Gubernur setempat, Abdul Gani Kasuba serta Wali Kota Ternate, Idrus Assagaf itu bermula muncul protes dari peserta terkait berbagai kebijakan yang dilakukan Ketua PWI setempat periode 2010-2015, Adam Hanafi, dinilai banyak melakukan pelanggaran organisasi.
Pelanggaran tersebut diantaranya tidak memproses pengusulan kartu keanggotaan puluhan wartawan di Maluku Utara yang dianggap berseberangan dengan Adam Hanafi.
Sebaliknya pengusulan untuk 30 wartawan yang dari harian Suara Kieraha milik Adam justru diproses.
"Tindakan Adam itu jelas melanggar ketentuan pedoman organisasi dan justru melakukan tindakan untuk kepentingan pribadi yakni agar mendapat dukungan untuk dipilih kembali pada kepengurusan lima tahun mendatang," kata salah seorang peserta Konfercab, Sahril Siradju.
Protes Sahril sempat ditengahi oleh Ketua I PWI Pusat Atal D Pare. Namun karena penjelasannya dianggap cenderung membela Adam, maka puluhan peserta memprotes dan sempat mengusir Atal sehingga Konfercab sempat diskors.
Setelah Konfercab dilanjutkan sekitar 15 menit, kembali terjadi kericuhan karena dipicu oleh keberatan peserta terkait keabsahan kepengurusan PWI Maluku Utara pimpinan Adam Hanafi yang telah berakhir pada 6 Desember 2015, sehingga dia dianggap tidak sah lagi menggelar Konfercab.
Untuk menghindari terjadinya kericuhan yang lebih besar, Atal D Pare berinisiatif menghubungi pengurus PWI Pusat untuk meminta surat perpanjangan Adam Hanafi sebagai Ketua PWI.
Sayangnya, sekitar 30 menit menunggu tidak ada konfirmasi dari PWI Pusat, membuat peserta Konfercab tidak sabar dan memutuskan ditunda selama satu bulan, sekaligus sambil menunggu SK PWI Pusat untuk pembentukan pejabat sementara Ketua PWI Maluku Utara.
Ketua I PWI Pusat bidang Kedaerahan, Atal D Pare ketika dikonfirmasi menyatakan, Konfercab PWI Maluku Utara ditunda karena kondisinya sudah tidak bisa dikendalikan, menyusul banyaknya desakan peserta.
Sebagian besar anggota PWI Maluku Utara meminta agar Konfercab ditunda dan pejabat ketua sementara bisa menjalankan Konfercab dengan demokratis.
Pewarta: M. Ponting: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.