Ternate (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) bersama Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi memulihkan jaringan listrik di kawasan banjir Halmahera Barat.

"PLN kembali mengalirkan listrik bagi masyarakat, meskipun menghadapi tantangan akses yang luar biasa, mulai dari jalan terputus hingga lokasi jaringan yang hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Karena itu sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar pemulihan ini dapat dipercepat," kata General Manager PLN UIW MMU, Noer Soeratmoko di Ternate, Kamis.

Pihaknya membutuhkan dukungan berupa alat berat, perbaikan akses jalan, serta fasilitasi pembebasan area tanaman di sekitar jaringan listrik.

"Kami tidak hanya sedang membangun kembali jaringan listrik, tetapi juga memastikan keselamatan masyarakat dan petugas. Dengan kolaborasi yang kuat bersama pemerintah daerah, kami optimistis pemulihan kelistrikan dapat segera tuntas dan kembali melayani aktivitas sosial serta ekonomi masyarakat," ujarnya.

Noer Soeratmoko mengatakan pemulihan kelistrikan pascabencana di wilayah Halmahera Barat tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan teknis semata, melainkan membutuhkan dukungan lintas sektor yang solid.

Menurutnya, kondisi geografis yang menantang, ditambah dampak banjir dan longsor, membuat akses menuju titik-titik kerusakan menjadi sangat terbatas.

Sebelumnya, PLN bersama Pemprov Malut menggelar pertemuan dengan jajaran Pemprov Maluku Utara dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat dan Halmahera Utara.

Pertemuan itu membahas langkah-langkah krusial serta solusi atas kendala lapangan dalam upaya pemulihan total jaringan listrik pasca-bencana alam yang melanda Sistem Kedi di Halmahera Barat dan beberapa wilayah di Halmahera Utara.

Ia menjelaskan sejak awal bencana PLN telah mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia, termasuk personel, peralatan, serta material pengganti. Namun, keterbatasan infrastruktur jalan dan akses logistik menjadi faktor utama yang memperlambat proses normalisasi di beberapa lokasi terdampak.

Wakil Gubernur (Waguv) Maluku Utara Sarbin Sehe, menekankan pentingnya kolaborasi antara PLN dan pemerintah daerah untuk memastikan hak masyarakat terhadap akses energi segera terpenuhi.

Dia menginstruksikan jajaran Pemkab Halmahera Barat dan Halmahera Utara beserta perwakilan dinas terkait untuk memberikan dukungan penuh, mulai dari mobilisasi alat berat hingga kemudahan akses lahan bagi petugas PLN di lapangan, guna mempercepat pemulihan listrik.

"Karena itu, kami meminta seluruh jajaran pemerintah daerah, khususnya di Halmahera Barat dan Halmahera Utara, untuk memberikan dukungan penuh kepada PLN, baik melalui penyediaan alat berat, perbaikan akses jalan, maupun kemudahan penggunaan lahan. Semua kendala di lapangan harus kita selesaikan bersama agar pemulihan listrik bisa segera tuntas," ujarnya.

Seperti diketahui, pada Januari 2026  banjir menerjang sebanyak 17 desa di Kabupaten Halmahera Barat, dengan desa-desa terdampak tersebar di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Sahu Timur, Kecamatan Sahu, Kecamatan Ibu Selatan, Kecamatan Ibu, Kecamatan Tabaru, Kecamatan Loloda, dan Kecamatan Loloda Tengah.

Tidak hanya Kabupaten Halmahera Barat, bencana banjir dan longsor juga berdampak pada wilayah Kabupaten Halmahera Utara. Tercatat sebanyak 14 desa di tiga kecamatan turut terdampak yakni Kecamatan Loloda Utara, Kecamatan Galela Utara dan Kecamatan Kao Barat.



Pewarta: Abdul Fatah
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026