Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengusulkan penerapan satu komando nasional dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) saat terjadi keadaan darurat guna mempercepat penyelamatan korban.
"Tidak hanya untuk berkonsentrasi pencarian korban, seperti kecenderungannya begitu, tapi kita butuh berkonsentrasi untuk penyelamatan, ya menyelamatkan," kata Menko PMK Pratikno dalam sarasehan bertajuk "Penguatan Basarnas dalam sistem SAR Nasional" di Jakarta, Kamis.
Menko Pratikno menilai mekanisme satu ruang, satu data, dan satu komando, yang ditawarkan itu sangat diperlukan agar seluruh aset dan sumber daya lintas kementerian serta lembaga dapat digerakkan secara cepat tanpa terhambat prosedur birokrasi ketika status tanggap darurat ditetapkan.
Dengan skema tersebut, lanjutnya, jalur koordinasi dapat langsung beralih ke mode SAR, sehingga mekanisme komando dan operasional menjadi lebih sederhana dan fokus pada percepatan penyelamatan jiwa yang dikendalikan oleh Kepala Basarnas langsung.
"Dalam kondisi darurat, ada golden hour-nya 72 jam harapan korban selamat, jadi ruang waktu sangat terbatas. Operasi penyelamatan tidak cukup mengandalkan keberanian individu, melainkan membutuhkan sistem komando yang solid, infrastruktur memadai, serta dukungan teknologi dan sumber daya manusia," cetusnya.
Menurut dia, kebutuhan penguatan sistem tersebut semakin mendesak mengingat wilayah tanggung jawab Basarnas mencapai sekitar 5 juta kilometer persegi, sementara kekuatan personel SAR sangat terbatas.
Basarnas saat ini baru memiliki 5.462 personel yang tersebar di 45 kantor SAR. Menko Pratikno menilai jumlah tersebut masih jauh dan kebutuhan untuk memberikan layanan pada 280 juta jiwa yang tersebar di lebih dari 5.000 pulau di seluruh wilayah Indonesia.
"Apalagi dengan potensi risiko yang meningkat akibat perubahan iklim dan intensitas bencana. Sekarang tuntutan publik terhadap kecepatan dan efektivitas penanganan darurat, terutama di era media sosial yang membuat setiap respons menjadi sorotan luas," kata dia.
Ia memandang bahwa kesenjangan antara potensi risiko dan kapasitas respons tersebut harus dipersempit melalui integrasi komando serta optimalisasi pemanfaatan aset TNI, Polri, dan kementerian serta lembaga terkait, yang disebut sebagai Potensi SAR dalam sebuah operasi.
Menko PMK Pratikno juga menekankan pentingnya penguatan internal Basarnas melalui penambahan sarana dan prasarana, seraya mendorong pembahasan lanjutan agar sistem penyelamatan nasional semakin responsif dan efektif.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko PMK usulkan satu komando nasional SAR saat keadaan darurat
Pewarta: M. Riezko Bima Elko PrasetyoUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026