Ternate (ANTARA) - Kapolda Maluku Utara (Malut) Irjen Pol Waris Agono mengajak warga jangan terima dan tinggalkan hasutan yang bisa memicu konflik, karena konflik akan selalu meninggalkan luka dan tangis.

"Saya mengajak seluruh warga, mari tinggalkan hasutan demi masa depan NKRI yang lebih damai," kata Kapolda Malut Irjen Pol Waris Agono saat berada di wilayah terdampak konflik Kecamatan Patani Barat, Halmahera Tengah, Senin.

Dua momen berbeda namun sarat makna mewarnai kunjungan. Di satu sisi, suasana haru tidak terbendung saat Kapolda memeluk seorang warga yang menangis di tengah puing bangunan yang hangus terbakar.

Warga tersebut tampak menunduk, larut dalam kesedihan, sementara Kapolda menenangkan dengan pelukan hangat, sebuah gambaran nyata luka yang ditinggalkan konflik.

Namun di sisi lain, harapan justru terlihat dari wajah anak-anak yang menyambut kedatangan Kapolda. Dengan polos dan penuh semangat, mereka berdiri berjajar sambil memberi salam hormat dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Kapolda pun membalas dengan senyum dan gesture hangat, menciptakan suasana yang kontras dari duka menuju harapan.

Momentum ini menjadi simbol bahwa di tengah luka yang masih terasa, masa depan tetap harus dijaga. Anak-anak menjadi pengingat bahwa kedamaian adalah warisan yang harus diperjuangkan bersama.

Pesan tersebut menggema di tengah masyarakat yang masih berupaya bangkit dari dampak konflik.

Kapolda Malut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali merajut persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi.

Kehadiran Kapolda di tengah warga bukan sekadar memastikan situasi keamanan, tetapi juga membawa pendekatan humanis, merangkul, mendengar, dan menguatkan.

Dari pelukan penuh air mata hingga senyum anak-anak yang penuh harapan, tersirat satu pesan kuat bahwa kedamaian bukan hanya kebutuhan hari ini, tetapi juga untuk masa depan generasi berikutnya.



Pewarta: Abdul Fatah
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026