Ternate (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku Utara memfasilitasi pelaksanaan ujian sumatif akhir bagi siswa terdampak gempa bumi di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, melalui penyediaan tenda belajar di lokasi pengungsian.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos di Ternate, Rabu, mengatakan langkah tersebut diambil untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kondisi psikologis siswa.
"Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan dan keamanan para siswa," ujar dia.
Sherly menjelaskan meskipun persiapan teknis telah dilakukan sejak 13 April 2026, ujian belum dapat dilaksanakan di ruang kelas karena kondisi pascagempa yang belum sepenuhnya kondusif.
Selain faktor keamanan bangunan sekolah, ia memastikan kondisi mental dan emosional siswa turut menjadi perhatian pemerintah.
"Pelaksanaan ujian dalam suasana yang tidak stabil dapat mempengaruhi konsentrasi siswa," kata dia.
Sebagai langkah darurat, pemerintah daerah menyediakan tenda belajar sementara di lokasi pengungsian untuk mendukung pelaksanaan ujian.
Sejumlah siswa SMAN 11 Ternate telah mengikuti ujian sumatif akhir di tenda pengungsian selama dua hari terakhir.
Ujian tersebut merupakan ujian sumatif akhir kelulusan tingkat SMA, SMK, dan SLB yang dijadwalkan mulai 13 April 2026.
Sherly menambahkan, pemerintah daerah terus melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan dampak gempa, termasuk di sektor pendidikan, berjalan optimal.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah perairan antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada 2 April 2026.
Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan, termasuk fasilitas pendidikan di Kecamatan Pulau Batang Dua.
Pewarta: Abdul FatahEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026