Ambon (ANTARA) - Panitia khusus (Pansus) Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) DPRD Provinsi Maluku meminta gubernur untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mengelola berbagai sumber pendapatan agar bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
"Kami melihat adanya penurunan PAD provinsi untuk dua tahun belakangan ini sebagai akibat dari belum optimalnya kinerja OPD secara maksimal," kata Ketua Pansus DPRD Maluku Wellem Kurnala di Ambon, Rabu.
Menurut dia, saat ini pansus sementara melakukan rapat pembahasan terkait LPJ Gubernur Maluku tahun anggaran 2025 dengan Sekretaris Daerah Maluku Sadaly Ie serta para pimpinan OPD.
Pansus menilai masih banyak aset daerah yang belum dikelola secara optimal, padahal aset tersebut berpotensi menjadi sumber pendapatan yang signifikan jika ditata dengan baik.
"Misalnya pengelolaan Pasar Mardika, di mana kinerja Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) belum menunjukkan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD," ujarnya.
Kemudian, Pemprov Maluku diminta mendorong pengembangan sektor strategis, termasuk proyek Blok Masela serta investasi lainnya sehingga bisa memberikan dampak positif secara langsung terhadap peningkatan pendapatan daerah.
Menurut dia, masalah penurunan PAD tidak bisa dianggap sebagai sebuah persoalan biasa karena ada kaitannya secara langsung dengan kinerja birokrasi dalam menggali berbagai potensi ekonomi daerah.
Kemudian faktor lain yang menjadi sorotan pansus adalah inovasi dari setiap OPD yang perlu ditingkatkan, pentingnya pengawasan yang lebih kuat, dan perlu ada pengelolaan sumber-sumber pendapatan yang lebih maksimal.
"Jadi bila PAD mengalami penurunan maka masalah ini tidak terlepas dari kinerja dan kemampuan pimpinan OPD sehingga perlu ada evaluasi menyeluruh," ujarnya.
Sehingga, kata dia, Pemprov Maluku diharapkan tidak boleh terpaku pada laporan secara administratif semata namun harus disertai langkah konkrit mengidentifikasi setiap akar masalah secara menyeluruh.
Pewarta: Daniel LeonardUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026