Ambon (ANTARA) - Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Maluku mengintensifkan edukasi gizi kepada masyarakat di wilayah setempat sebagai upaya mencegah stunting.

Direktur Poltekkes Kemenkes Maluku, Betty Sahertian di Ambon, Minggu, mengatakan edukasi gizi yang menyasar langsung masyarakat menjadi langkah strategis dalam menekan angka stunting sejak dini.

Betty menambahkan salah satu bentuk edukasi dilakukan melalui kegiatan pengabdian di Posyandu Mawar, Desa Nania, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

“Kegiatan ini penting karena langsung menyentuh masyarakat. Kami mendorong agar pengabdian seperti ini terus dilakukan dan diperkuat melalui kolaborasi dengan puskesmas dan pemerintah desa,” kata dia.

Dirinya menjelaskan kegiatan itu difokuskan pada skrining faktor risiko stunting serta edukasi gizi berbasis keluarga, dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif tenaga pendidik dalam kegiatan pengabdian merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung program nasional penurunan stunting.

Edukasi gizi kepada masyarakat sebagai upaya mencegah stunting melalui kegiatan pengabdian di Posyandu Mawar, Desa Nania, Kecamatan Baguala, Kota Ambon. (ANTARA/Dedy Azis)

Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian, Fasiha, menjelaskan bahwa stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang memerlukan perhatian serius, terutama di tingkat komunitas.

“Stunting tidak hanya dipengaruhi oleh asupan gizi, tetapi juga faktor lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pengetahuan keluarga,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, hasil skrining menunjukkan masih adanya tantangan di masyarakat, seperti pola konsumsi protein yang belum optimal serta keterbatasan dalam penyediaan makanan bergizi seimbang.

Selain itu, kondisi lingkungan seperti hunian padat dan keterbatasan fasilitas sanitasi turut berpotensi meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan anak.

Sebagai bentuk intervensi, tim dosen memberikan edukasi mengenai konsep stunting, penyebab, dampak, serta upaya pencegahan sejak masa kehamilan, termasuk pentingnya periode seribu hari pertama kehidupan.

Kegiatan ini diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan kesehatan lingkungan, serta mempercepat upaya pencegahan stunting di Kota Ambon.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Luqman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026