Ambon (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat nilai ekspor daerah itu selama triwulan I 2026 mencapai 10,79 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp178,03 miliar dan seluruhnya berasal dari komoditas nonmigas.
"Seluruh nilai ekspor berasal dari komoditas nonmigas. Ekspor Maluku Maret 2026 mencapai 0,11 juta dolar AS atau sekitar Rp1,81 miliar, turun 86,52 persen dibanding ekspor Maret 2025 senilai 0,81 juta dolar AS atau sekitar Rp13,36 miliar," kata Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Maluku Jessica E. Pupella di Ambon, Kamis (14/5).
Ia mengatakan negara tujuan utama ekspor Maluku selama Januari-Maret 2026 yakni Tiongkok dengan nilai 10,11 juta dolar AS atau 93,70 persen dari total ekspor, disusul Hongkong sebesar 0,68 juta dolar AS atau 6,30 persen.
Selain ekspor langsung dari Maluku, kata Jessica, komoditas asal daerah itu yang diekspor melalui pelabuhan luar tercatat sebesar 9,33 juta dolar AS atau meningkat 30,27 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.
"Ekspor melalui pelabuhan luar Maluku periode Januari-Maret 2026 didominasi oleh komoditas perhiasan dan permata," ujar dia.
Menurut dia, komoditas perhiasan dan permata tercatat memberikan kontribusi dengan nilai 6,67 juta dolar AS atau 71,54 persen, disusul komoditas ikan dan udang sebesar 1,90 juta dolar AS atau 20,41 persen.
Di sisi lain, BPS mencatat nilai impor Maluku selama Januari-Maret 2026 mencapai 149,77 juta dolar AS atau meningkat 73,04 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Maluku pada Januari-Maret 2026 mengalami defisit sebesar 138,99 juta dolar AS.
Jessica mengatakan defisit neraca perdagangan itu berasal dari sektor nonmigas sebesar 26,39 juta dolar AS dan sektor migas sebesar 112,60 juta dolar AS.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026